Susilo Bambang Yudhoyono Sakit Kanker Prostat Stadium 1, Ini Artinya!

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 02 November 2021 | 13:51 WIB
Susilo Bambang Yudhoyono Sakit Kanker Prostat Stadium 1, Ini Artinya!
Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY [YouTube/KompasTV]

Suara.com - Saat ini, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang menderita penyakit kanker prostat stadium awal. Kondisi kesehatan SBY ini disampai oleh staf pribadinya, Ossy Dermawan.

"Sesuai dengan diagnosa dari Tim Dokter, Bapak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) mengalami kanker prostat (prostate cancer)," kata Ossy dalam keterangannya yang diterima Suara.com, Selasa (2/11/2021).

Ossy mengatakan hasil pemeriksaan melalui metode MRI, biopsy, Positron Emission Tomography (PET) Specific Membrane Antigen (SMA) Scan dan pemeriksaan medis lain menunjukkan bahwa kanker prostat yang diderita Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih dalam tahap stadium awal.

Stadium dalam kanker prostat merupakan tahapan yang menggambarkan perkembangan sel kanker di kelenjar prostat dan kemungkinan sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain atau tidak.

Dilansir dari Hellosehat, pengelompokan setiap tahapan kanker prostat ini terbagi dalam 4 tingkatkan dari yang paling rendah atau ringan dan paling parah, sama halnya dengan jenis kanker lainnya.

SBY (Twitter)
SBY (Twitter)

1. Kanker prostat stadium 1

Kanker prostat stadium 1 merupakan tahapan kanker awal atau paling ringan. Pada tahap ini, kanker masih tubuh lambat dan tumor tidak bisa dirasakan pada pemeriksaan colok dubur (digital rectum exam/DRE) atau saat USG.

Meskipun Anda bisa merasakan dan melihat tumornya, tapi biasanya masih berukuran kecil dan berada di satu sisi kelenjar prostat. Selain itu, sel kanker juga belum menyebar ke kelenjar getah bening terdekat dan bagian tubuh lainnya.

2. Kanker prostat stadium 2

Pada tahap kanker prostat stadium 2, tumor masih berada di prostat dan belum menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kanker prostat stadium 2 ini juga terbagi menjadi 3 kelompok, antara lain stadium IIA, stadium IIB, stadium IIC.

3. Kanker prostat stadium 3

Kanker prostat stadium 3 termasuk dalam stadium lanjut. Karena, tingkat PSA sudah tinggi dan tumor sudah bertumbuh lebih besar. Tetapi, sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening dan organ tubuh lainnya. Stadium 3 kanker prostat juga terbagi dalam 3 kelompok, meliputi stadium IIIA, stadium IIIB, stadium IIIC.

4. Kanker prostat stadium 4

Kanker prostat stadium 4 merupakan tahapan kanker paling akhir dan sudah parah. Karena, tumor sudah tumbuh semakin besar dan tiak mungkin bertumbuh di jaringan ssekitar prostat. Tahapan kanker prostat ini terbagi menjadi 2 kelompok, yakni stadium IVA dan stadium IVB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SBY Sakit Kanker Prostat, Bisakah Diobati dan Sembuh?

SBY Sakit Kanker Prostat, Bisakah Diobati dan Sembuh?

Health | Selasa, 02 November 2021 | 12:35 WIB

SBY Terkena Kanker Prostat, Ini Sebab dan Faktor Risikonya

SBY Terkena Kanker Prostat, Ini Sebab dan Faktor Risikonya

Health | Selasa, 02 November 2021 | 12:02 WIB

Hati-Hati, Konsumsi Makanan Ini Tingkatkan Risiko Kanker Prostat hingga 70 Persen!

Hati-Hati, Konsumsi Makanan Ini Tingkatkan Risiko Kanker Prostat hingga 70 Persen!

Health | Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:27 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB