Benarkah Virus Corona Sebabkan Hilangnya Indra Perasa Secara Permanen?

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 01 November 2021 | 15:00 WIB
Benarkah Virus Corona Sebabkan Hilangnya Indra Perasa Secara Permanen?
Ilustrasi virus corona covid-19, indra perasa. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Kehilangan indra perasa dan penciuman termasuk salah satu gejala virus corona Covid-19 yang paling umum di awal pandemi. Tapi, banyak pasien virus corona yang mengalami kondisi ini hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah infeksi.

Bahkan, beberapa orang pun melaporkan kehilangan indra perasa dan penciuman selama sekitar 1 tahun setelah pertama kali terinfeksi virus corona Covid-19.

Kini, bukti anekdot menunjukkan bahwa beberapa pasien yang paling awal terinfeksi virus corona Covid-19 masih berjuang menghadapi kehilangan indra perasa dan penciuman.

Studi menunjukkan bahwa setengah dari orang yang terinfeksi virus corona kehilangan kemampuannya untuk merasakan sesuatu sementara waktu. Meskipun, sebanyak 67 persen orang dengan virus corona Covid-19 mungkin hanya mengalami infeksi ringan dan sedang.

Nataly Komova, pakar kesehatan dan kebugaran Giejo mengungkapkan penyebab hilangnya indra perasa dan penciuman yang bertahan lama akibat virus corona Covid-19.

Ilustrasi virus corona Covid-19, indera perasa dan penciuman (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona Covid-19, indera perasa dan penciuman (Pixabay/mohamed_hassan)

"Efeknya cenderung berlanjut, bahkan setelah pemulihan gejala virus corona Covid-19. Tapi, hilangnya indra perasa akibat virus corona ini hanya bersifat sementara," kata Nataly Komova dikutip dari Express.

Banyak penyintas virus corona Covid-19 melaporkan bahwa mereka yang mencium bau aneh dan merasakan sesuatu yang tidak enak pada makanan. Kondisi ini juga biasa dikenal sebagai parosmia.

Nataly Komova mengungkapkan bahwa efek samping dari infeksi virus corona Covid-19 ini hanya bersifat sementara dan akan pulih seiring waktu, terlepas dari efek ini mengganggu aktivitas harian dan tidak.

"Kondisi ini merupakan gangguan sementara yang mempengaruhi indra penciuman dan perasa. Sebaliknya, parosmia menunjukkan pemulihan indera perasa dan penciuman," kata Nataly Komova.

Namun, kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa minggu atau bulan sebelum Anda sepenuhnya pulih dari indra perasa dan penciuman.

Gejala aneh lain dari virus corona Covid-19 juga dilaporkan. Bukti anekdotal menunjukkan bahwa virus corona tidak hanya mengubah kemampuan tubuh dalam merasakan dan mencium sesuatu, tetapi juga mengubah persepsi kita.

"Beberapa penyintas virus corona mengaku merasakan sesuatu yang aneh. Beberapa lainnya cenderung mencium bau yang tidak biasa atau menyerupai sampah busuk karena virus corona," jelas Nataly.

Kondisi ini dikenal sebagai phantosmia. Para ahli medis mengatakan bahwa phantosmia dan parosmia adalah kondisi umum pada pasien virus corona Covid-19.

Dokter menjelaskan bahwa belum ada obat untuk menyembuhkan hilangnya indra perasa dan penciuman. Tetapi, para ilmuwan di University of East Anglia sedang menguji coba penggunaan vitamin A tetes hidung untuk membantu penderita dengan phantosmia dan parosmia.

Para ahli menduga bahwa vitamin A tersebut bia memperbaiki jaringan di hidung yang rusak akibat virus corona Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stres akibat Pandemi Covid-19 Buat Generasi Milenial Susah Ambil Keputusan

Stres akibat Pandemi Covid-19 Buat Generasi Milenial Susah Ambil Keputusan

Health | Kamis, 28 Oktober 2021 | 11:57 WIB

Peneliti: Kehilangan Ingatan Bisa Jadi Efek Samping Virus Corona Covid-19

Peneliti: Kehilangan Ingatan Bisa Jadi Efek Samping Virus Corona Covid-19

Health | Rabu, 27 Oktober 2021 | 12:30 WIB

Studi: Covid-19 Berisiko Picu Masalah Neurologis, Termasuk Bell's Palsy

Studi: Covid-19 Berisiko Picu Masalah Neurologis, Termasuk Bell's Palsy

Health | Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:23 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB