Tekan Angka Stunting, Ini PIlihan Menu Makanan yang Bisa Diolah Di Rumah

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 03 November 2021 | 13:57 WIB
Tekan Angka Stunting, Ini PIlihan Menu Makanan yang Bisa Diolah Di Rumah
Ilustrasi stunting, tinggi badan anak. (Envato Elements)

Suara.com - Masalah stunting masih jadi tantangan sektor kesehatan di Indonesia. Bahkan, Drs. Fransiskus S Sodo, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Barat, mengatakan bahwa stunting merupakan masalah sosial yang cukup besar di NTT, termasuk di Manggarai Barat, yakni sekitar 15.1 persen dari jumlah balita yang diukur.

“Kami menargetkan angka stunting turun ke 10 persen pada tahun depan,” kata Fransiskus S Sodo dalam keterangannya.

Untuk itu, Tim pengabdian masyarakat Universtias Indonesia berkunjung ke Manggarai Barat. Mereka berbagi pengetahuan dengan penduduk setempat terkait dengan masalah stunting.

Ilustrasi stunting, tinggi badan anak. (Envato Elements)
Ilustrasi stunting, tinggi badan anak. (Envato Elements)

Ketua Tim Pengabdi, yang juga dosen Prodi Humas, Pijar Suciati S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan fisik maupun otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

Hal itu mengakibatkan anak stunting lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

“Penyebab stunting adalah rendahnya akses terhadap makanan bergizi, kurangnya asupan vitamin dan mineral dan minim dalam konsumsi sumber protein hewani dalam jangka panjang,” kata Pijar.

Maka, edukasi yang diberikan adalah workshop memasak makanan bergizi bagi orangtua dari anak yang mengalami stunting.

Pada workshop memasak juga disampaikan tentang nilai kandungan gizi serta tips cara masak yang baik sesuai standar Perilaku Hidup Bersih & Sehat (PHBS), seperti proses mencuci tangan dan bahan makanan sebelum dimasak.

Tim tersebut memberikan materi edukasi berupa video untuk 6 (enam) resep masakan bergizi dan kalender edukatif, sehingga dapat terus diulang dan dipelajari setelah kegiatan selesai.

baca juga

Lebih lanjut Pijar menjelaskan terdapat 6 (enam) menu padat gizi yang menjadi materi edukasi adalah Tahu Kukus Daun Kelor, Bola-Bola Ikan Tongkol/Tuna, Tumis Teri Daun Kelor, Bubur Jakeca (Jagung, Kelor, Cakalang), Agar-agar Kelapa Muda Gula Aren yang disajikan dalam bentuk video dan juga kelendar edukasi.

“Pemilihan jenis pangan tersebut didasarkan pada FGD yang telah dilakukan pada Sepember lalu tentang pola konsumsi masyarakat,” ujar Pijar.

Dalam materi edukasi tersebut terdapat resep, kandungan gizi dan cara memasak yang baik. Di dalamnya tercantum pula resep yang mudah, tetapi padat gizi, antara lain mengandung protein, karbohidrat, maupun serat yang seimbang untuk menjadi menu sehari-hari.

“Dengan pengetahuan yang baik, masyarakat dapat mengoptimalkan sumber pangan yang ada, sehingga anak-anak dapat tumbuh sesuai tahapan perkembangan yang seharusnya,” kata Pijar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringkat ke 11, BKKBN Yakin Kepri Dapat Menurunkan Angka Stunting

Peringkat ke 11, BKKBN Yakin Kepri Dapat Menurunkan Angka Stunting

Batam | Rabu, 03 November 2021 | 13:53 WIB

Jaring-jaring Makanan: Pengertian, Perbedaan, dan Contoh Lengkap

Jaring-jaring Makanan: Pengertian, Perbedaan, dan Contoh Lengkap

Jogja | Rabu, 03 November 2021 | 08:47 WIB

Harus Reservasi Sebulan sebelum Datang, Warteg Eksklusif Ini Harganya Bikin Melongo

Harus Reservasi Sebulan sebelum Datang, Warteg Eksklusif Ini Harganya Bikin Melongo

Lifestyle | Rabu, 03 November 2021 | 07:50 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×