Kenali Penyakit Autoimun, Lebih Sering Diderita Wanita daripada Laki-laki

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 04 November 2021 | 17:04 WIB
Kenali Penyakit Autoimun, Lebih Sering Diderita Wanita daripada Laki-laki
Penyakit autoimun. (Shutterstock)

Suara.com - Sistem kekebalan tubuh memang bertugas untuk melindungi diri kita dari berbagai infeksi atau penyakit. Tetapi, pada beberapa orang, sel kekebalan dan protein menjadi terlalu 'sensitif' sehingga bisa menyerang sel, organ, dan jaringan sehat di dalam tubuh.

Serangan sel kekebalan terhadap organ, sel, dan jaringan sehat ini disebut autoimunitas, dan penyakitnya terbagi menjadi lebih dari 100 jenis. Mulai dari diabetes tipe I, lupus, hingga peradangan sendi rheumatoid arthritis.

Meski ada berbagai macam pengobatan, semua itu hanya untuk mengontrol gejalanya, bukan menyembuhkannya.

Menurut Live Science, prevalensi penyakit autoimun nampaknya meningkat di seluruh dunia. Tetapi para ahli belum mengetahui penyebabnya.

"Faktor gaya hidup, seperti perubahan pola makan, kemungkinan berkontribusi pada peningkatan jumlah," tutur peneliti Emily Edwards dari departemen imunologi dan patologi di Universitas Monash, Australia.

Penyakit autoimun. (Shutterstock)
Penyakit autoimun. (Shutterstock)

Lalu, apa penyebab penyakit autoimun secara umum?

Peneliti menduga penyakit autoimun merupakan hasil dari interaksi antara faktor genetik dan lingkungan. Tetapi etiologi pastinya tidak jelas dan bervariasi pada setiap penyakit.

Namun, orang dengan riwayat keluarga dengan penyakkt autoimun lebih mungkin memilikinya juga. Misalnya, seorang ibu yang menderita multiple sclerosis, lebih mungkin menurunkannya ke anak-anaknya.

Johns Hopkins Medicine menjelaskan bahwa beberapa faktor lingkungan seperti polutan, obat-obatan tertentu, infeksi virus dan pola makan, juga terlibat dalam manifestasi penyakit autoimun.

baca juga

Secara umum, wanita dua kali lebih mungkin menderita penyakit autoimun daripada pria. Sebuah makalah ulasan tahun 2020 yang terbit di jurnal Cureus mengungkap gangguan ini muncul selama periode stres yang ekstensif, seperti kehamilan.

Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS (HHS) mengatakan beberapa kondisi autoimun juga lebih sering terjadi pada ras dan latar belakang etnis tertentu. Misalnya, lupus paling parah pada orang Afrika-Amerika dan Hispanik.

Meski setiap penyakit autoimun memiliki ciri-ciri khusus, umumnya penyakit ini memiliki gejala khas, seperti kelelahan, pusing, demam ringan, serta peradangan yang dapat menyebabkan kemerahan, panas, nyeri, dan pembengkakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Memilih Pelembap Bagi Pengidap Autoimun Kulit

Tips Memilih Pelembap Bagi Pengidap Autoimun Kulit

Health | Kamis, 04 November 2021 | 10:50 WIB

Bagi Para Penderita Autoimun Kulit, Sebaiknya Pertimbangkan Pakai 'Skincare'

Bagi Para Penderita Autoimun Kulit, Sebaiknya Pertimbangkan Pakai 'Skincare'

Jatim | Rabu, 03 November 2021 | 17:32 WIB

Punya Penyakit Autoimun Kulit, Bolehkah Pakai Skincare

Punya Penyakit Autoimun Kulit, Bolehkah Pakai Skincare

Health | Rabu, 03 November 2021 | 18:55 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×