CDC: Orang dengan Gangguan Kekebalan Butuh 2 Dosis Suntikan Booster Vaksin Covid-19

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 28 Oktober 2021 | 08:40 WIB
CDC: Orang dengan Gangguan Kekebalan Butuh 2 Dosis Suntikan Booster Vaksin Covid-19
ilustrasi vaksinasi COVID-19. [Envato Elements]

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memperbarui pedoman virus corona Covid-19 bagi orang yang mengalami gangguan kekebalan.

CDC mengatakan orang dengan gangguan kekebalan mungkin membutuhkan 4 kali suntikan vaksin Covid-19 atau 2 kali suntikan booster vaksin Covid-19.

CDC menuliskan bahwa orang yang berusia 18 tahun ke atas dan sudah menerima dua suntikan awal vaksin Covid-19 mRNA serta menerima suntikan booster vaksin Covid-19, mungkin masih membutuhkan satu dosis suntikan booster lagi, baik dari vaksin Pfizer, Moderna atau Johnson & Johnson.

"Dalam situasi ini, orang dengan gangguan kekebalan sedang dan berat bisa mendapatkan 4 kali suntikan vaksin Covid-19," kata CDC dikutip dari Fox News.

Orang dengan gangguan kekebalan sedang atau berat perlu mendapatkan suntikan booster vaksin Covid-19 setelah 28 hari mendapatkan suntikan kedua. Kemudian, mereka juga bisa mendapatkan suntikan booster vaksin Covid-19 kedua kalinya setelah 6 bulan.

Bagi orang usia 18 tahun ke atas dengan gangguan kekebalan sedang hingga berat yang sudah menerima dosis tunggal vaksin Johnson & Johnson pertama harus mendapatkan suntikan booster vaksin Covid-19 dari Pgizer, Moderna atau Johnson & Johnson setidaknya setelah 2 bulan.

ilustrasi vaksinasi Covid-19. [Envato]
ilustrasi vaksinasi Covid-19. [Envato]

Pekan lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memberikan persetujuan untuk mencampurkan dua jenis vaksin Covid-19. Maksudnya, orang-orang bisa mendapatkan suntikan booster vaksin Covid-19 dari merk yang berbeda dengan dua dosis awal.

"Suntikan booster vaksin Covid-19 ini sangat penting untuk memberikan perlindungan berkelanjutan. Karena, data yang tersedia sekarang ini menunjukkan turunnya kekebalan sejumlah orang yang sudah vaksinasi penuh," kata Dr. Janet Woodcock, komisaris FDA.

Suntikan ketiga atau suntikan booster vaksin Covid-19 sekarang ini diklasifikasikan sebagai dosis tambahan. CDC pun telah merekomendasikan dosis tambahan vaksin Covid-19 ini untuk ibu hamil dengan gangguan kekebalan sedang atau parah dan orang usia 12 tahun ke atas dengan gangguan kekebalan pula.

baca juga

Orang dengan kondisi immunocompromising atau orang yang menjalani terapi imunosupresif termasuk kelompok yang rentan terinfeksi parah virus corona Covid-19. Menurut CDC, penurunan efektivitas vaksin telah diamati pada peserta immunocompromised dibandingkan dengan peserta yang tidak immunocompromised dalam sejumlah penelitian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mulai November Malaysia Akan Uji Coba Vaksin Sinovac Untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Mulai November Malaysia Akan Uji Coba Vaksin Sinovac Untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Health | Rabu, 27 Oktober 2021 | 16:45 WIB

Amerika Serikat Rekomendasikan Vaksin Pfizer Untuk Anak 5-11 Tahun

Amerika Serikat Rekomendasikan Vaksin Pfizer Untuk Anak 5-11 Tahun

Health | Rabu, 27 Oktober 2021 | 15:27 WIB

Satgas COVID-19: 69 Juta Penduduk Indonesia Sudah Dapat Vaksinasi COVID-19 Lengkap

Satgas COVID-19: 69 Juta Penduduk Indonesia Sudah Dapat Vaksinasi COVID-19 Lengkap

Health | Selasa, 26 Oktober 2021 | 21:09 WIB

Terkini

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 22:07 WIB

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 22:02 WIB

Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini

Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 21:58 WIB

Sebelum Digeledah KPK, Ipda Yayat Ternyata Sudah Diperiksa Propam

Sebelum Digeledah KPK, Ipda Yayat Ternyata Sudah Diperiksa Propam

News | Selasa, 22 September 2026 | 21:58 WIB

×