Digigit Kelelawar dan Tidak Diobati, Lelaki Ini Meninggal karena Rabies

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 06 November 2021 | 19:20 WIB
Digigit Kelelawar dan Tidak Diobati, Lelaki Ini Meninggal karena Rabies
Ilustrasi kelelawar. [Shitterstock]

Suara.com - Peristiwa nahas dialami seorang lelaki Idaho, Amerika Serikat, yang digigit kelelawar. Akibat dibiarkan dan tidak diobati, lelaki tersebut meninggal dunia karena rabies.

Mengutip Insider, pada Agustus 2021, lelaki tersebut berada di luar rumah dan kaget saat kelelawar terbang ke arahnya, lalu membuat pakaiannya kusut.

Berdasarkan siaran pers Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Idaho, lelaki yang tidak disebutkan namanya itu tidak menyadari ada gigitan atau goresan di tubuhnya.

Lelaki tersebut kemudian jatuh sakit pada Oktober, dan ia pergi ke rumah sakit Boise, lalu tidak lama kemudian meninggal dunia.

Setelah tes dilakukan pada lelaki itu, terungkap bahwa ia meninggal karena infeksi rabies. Hasilnya, ia jadi orang pertama yang meninggal di negara bagian Amerika Utara yang meninggal karena rabies sejak 1978.

Namun, kejadian ini bukan pertama kalinya seseorang meninggal karena tidak mendapat pengobatan rabies. Pada September 2021 silam, seorang lelaki di Illinois meninggal karena seekor kelelawar mengigitnya, tapi ia menolak vaksin pasca digigit.

Para ahli lantas berpendapat, bahwa gigitan kelelawar memang sulit terdeteksi karena giginya yang kecil, bahkan hewan nokturnal (aktif di malam hari) itu jarang sekali meninggalkan luka atau bekas gigitan di kulit.

Bahkan sangat sulit untuk mengetahui apakah seekor hewan menderita rabies atau tidak hanya berdasarkan penampilannya saja.

"Kasus tragis ini menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat Idaho akan risiko paparan rabies," ujar pakar epidemiologi sekaligus Direktur Kesehatan Masyarakat Idaho, dr. Christine Hahn.

"Meski kematian jarang terjadi, tapi sangat penting bagi orang yang terpapar gigitan kelelawar untuk segera mendapatkan perawatan, mencegah timbulnya rabies secepat mungkin," sambung dr. Christine.

Meski vaksin rabies diberikan setelah seseorang terinfeksi, tetap bisa melindungi seseorang dari kematian akibat virus. Tetapi jika tidak diobati, maka virus bisa menyerang sistem saraf dan otak hingga menyebabkan kematian.

Sedangkan kelelawar adalah hewan liar yang paling umum terjangkit rabies di Idaho, dengan rerata 15 kelalawr yang dites positif terkena virus setiap tahunnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Rabies di Sumbar Masih Tinggi, Masuk 10 Besar Nasional

Kasus Rabies di Sumbar Masih Tinggi, Masuk 10 Besar Nasional

Sumbar | Minggu, 24 Oktober 2021 | 19:15 WIB

Tanda Kucing Terkena Rabies yang Penting Diketahui, Ternyata Ada 3 Tahap

Tanda Kucing Terkena Rabies yang Penting Diketahui, Ternyata Ada 3 Tahap

Lifestyle | Minggu, 24 Oktober 2021 | 08:53 WIB

Hari Rabies Sedunia 2021, Ini 7 Fakta Tentang Penyakit Rabies

Hari Rabies Sedunia 2021, Ini 7 Fakta Tentang Penyakit Rabies

Health | Rabu, 29 September 2021 | 13:34 WIB

Terkini

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB