Hati-hati, Diet Mediterania Disebut Berbahaya Bagi Kesuburan

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 09 November 2021 | 15:05 WIB
Hati-hati, Diet Mediterania Disebut Berbahaya Bagi Kesuburan
Ilustrasi diet mediterania. (Shutterstock)

Suara.com - Diet Mediterania terbukti mampu mencegah demensia, diabetes, penyakit jantung dan bahkan disfungsi ereksi. Bahkan, ada yang menyebut diet ini sebagai diet terbaik.

Namun para ahli mengklaim diet Meditarania berpotensi membahayakan kesuburan, jika tidak dilakukan dengan benar.

Dilansir dari NY Post, diet tersebut dianggap juga bisa melemahkan sistem kekebalan dan menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, klaim tim yang dipimpin oleh Universitas Oslo, Norwegia.

Mereka membandingkan efek diet Mediterania yang “sehat” dengan diet khas Barat pada 27 mahasiswa Inggris.

Selama seminggu, semua peserta makan makanan Barat kebiasaan yang mereka pilih sendiri, yang menurut buku harian makanan mereka rendah buah, sayuran, dan anggur.

Ilustrasi menu diet Mediterania, salad sayur. (Shutterstock)
Ilustrasi menu diet Mediterania, salad sayur. (Shutterstock)

Kemudian, mereka beralih ke diet Mediterania, yang mencakup banyak buah dan sayuran, biji-bijian, ikan dan lemak seperti minyak zaitun dan kacang-kacangan.

Daging, susu, dan lemak jenuh dimakan dalam jumlah yang lebih sedikit.

Para ilmuwan mengatakan sampel urin mengandung tingkat bahan kimia yang lebih tinggi ketika peserta makan diet Mediterania.

Ini menghasilkan asupan total lebih dari tiga kali lebih tinggi dari dua bahan utama – insektisida dan organofosfat.

baca juga

Namun, efeknya hanya terlihat pada mereka yang mengonsumsi makanan yang diolah secara tradisional.

Ketika peserta makan makanan organik, yang berarti mereka bertani tanpa menggunakan pestisida, kontaminan berkurang hingga 90 persen.

“Ada bukti yang berkembang dari studi observasional bahwa manfaat kesehatan dari peningkatan konsumsi buah, sayuran, dan gandum sebagian berkurang oleh paparan pestisida yang lebih tinggi yang terkait dengan makanan ini," kata Prof Per Ole Iversen (MD), di Universitas Oslo.

"Studi kami menunjukkan bahwa konsumsi makanan organik memungkinkan konsumen untuk mengubah pola makan yang lebih sehat, tanpa peningkatan asupan pestisida."

Studi yang diterbitkan dalam American Journal of Critical Nutrition, tidak menyelidiki dampak racun ini terhadap kesehatan manusia.

Tetapi peneliti utama Profesor Carlo Leifert, seorang profesor tamu di Oslo, mengatakan mereka dapat mempengaruhi hormon dalam tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Cara Menghitung Kalori Makanan untuk Tubuh Lebih Sehat dan Berat Badan Seimbang

4 Cara Menghitung Kalori Makanan untuk Tubuh Lebih Sehat dan Berat Badan Seimbang

Lifestyle | Senin, 08 November 2021 | 19:29 WIB

Berisiko Cacat Lahir, Ini Kandungan Skincare yang Wajib Dihindari Ibu Hamil

Berisiko Cacat Lahir, Ini Kandungan Skincare yang Wajib Dihindari Ibu Hamil

Health | Senin, 08 November 2021 | 13:01 WIB

Mengenal Jenis Karbohidrat, Mana yang Tepat Dikonsumsi Saat Diet?

Mengenal Jenis Karbohidrat, Mana yang Tepat Dikonsumsi Saat Diet?

Lifestyle | Senin, 08 November 2021 | 12:53 WIB

Terkini

Tangerang 10K Meriah, Semarang Bersiap Jadi Etape Selanjutnya

Tangerang 10K Meriah, Semarang Bersiap Jadi Etape Selanjutnya

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 19:03 WIB

4 Shio Diprediksi Paling Hoki setelah 14 September 2026, Hidup Makin Mudah

4 Shio Diprediksi Paling Hoki setelah 14 September 2026, Hidup Makin Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 18:55 WIB

Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026

Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:54 WIB

Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap

Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:50 WIB

Tutorial Menghitung Volume dan Luas Permukaan Tabung Tanpa Tutup

Tutorial Menghitung Volume dan Luas Permukaan Tabung Tanpa Tutup

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 18:48 WIB

Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?

Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 18:45 WIB

Cara Merawat Kulit Berjerawat agar Tetap Sehat dan Skin Barrier Terjaga

Cara Merawat Kulit Berjerawat agar Tetap Sehat dan Skin Barrier Terjaga

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 18:42 WIB

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:37 WIB

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

×