Suntik Immune Booster Jadi Tren di Masa Pandemi, Apa Kata Dokter?

M. Reza Sulaiman

Selasa, 09 November 2021 | 21:41 WIB
Suntik Immune Booster Jadi Tren di Masa Pandemi, Apa Kata Dokter?
Ilustrasi suntik immune booster. (Shutterstock)

Suara.com - Tren suntik immune booster kini semakin ramai dilakukan masyarakat. Diklaim dapat meningkatkan kekebalan tubuh, suntik immune booster juga dipercaya menurunkan risiko terinfeksi Covid-19. Benarkah demikian?

Ahli estetika dan anti aging dari Cyn Clinic, dr. Cynthia Jayanto. M. Biomed (AAM) mengatakan suntik immune booster biasanya berisi multivitamin, di antaranya vitamin B, D, asam folat, dan vitamin E.

“Sebenarnya immune booster bisa didapat dari vitamin oral, hanya saja tren saat ini orang lebih memilih dengan cara cepat dan dengan cara penyuntikan bisa secara langsung disuntik atau dengan cara infus. Dari segi keamanan, semua prosedur suntik bisa ada resiko lebam setelah penyuntikan pada pembuluh darah yang sulit, ada resiko emboli udara, apabila tidak sesuai protokol,” kata Cynthia dalam keterangannya.

Hanya saja untuk hasil khasiat vitamin melalui infus lebih lama dibandingkan disuntik langsung. Karena kalau lewat suntikan, vitamin diproses melalui lambung, hati dan ginjal, dan itu bisa sebagian langsung terbuang melalui urine.

Ilustrasi vitamin dan mineral. (Shutterstock)
Ilustrasi vitamin dan mineral. (Shutterstock)

"Tapi lain cerita kalau dalam bentuk infus. Di dalam infus ada cairan natrium klorida atau cairan infus. Multivitamin ini akan berikatan natrium klorida, natrium klorida merupakan cairan mineral garam, di mana garam sifatnya menyimpan cairan di tubuh. Sehingga harapannya multivitamin yang terikat dengan larutan garam tersebut akan lebih bertahan lama di tubuh," ungkap dokter Cynthia.

Lebih dalam, dokter Cynthia menerangkan bahwa immune booster menjadi tren karena tidak semua orang tingkat kepatuhan meminum oral suplemen vitamin itu teratur dan tertib. Sehingga kondisi tersebut membuat klinik mengakomodir kebutuhan dalam bentuk infus vitamin.

"Tapi kandungan yang ada di dalam infus itu kadang-kadang tidak semua klinik sama. Sebab setiap klinik punya masing masing kandungan immune booster mereka. Oleh karenanya, saran saya sebagai customer kita perlu juga mencari tahu, apa yang dimasukkan ke dalam tubuh saat diinfus," terang dokter yang suka melakukan edukasi di akun sosial medianya ini.

Ia bercerita bahwa kadang beberapa klinik juga memakai immune booster dalam bentuk mega dosis. Harapan nya agar dengan mega dosis tersebut bisa mempercepat atau memberikan reaksi kepada tubuh secara lebih cepat dan maksimal.

Tapi dalam sudut pandang gizi sebetulnya tidak dibutuhkan dan tidak boleh secara terus menerus, karena tidak sesuai angka kebutuhan tubuh. Pasti akan terbuang atau tidak terserap oleh tubuh juga akhirnya.

"Hal-hal inilah yang perlu diketahui oleh setiap yang tertarik mencoba atau bagi orang yang biasa menjaga tubuhnya melalui immune booster. Jadi, kita sebagai customer berhak bertanya juga ke klinik, apa sih kandungan immune booster yang dimasukan ke dalam tubuh kita," kata dokter Cynthia.

Dokter Cynthia menambahkan bahwa immune booster tidak sarankan bagi orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Hal itu karena akan mengakibatkan kontradiksi kepada tubuhnya.

Adapun pasien yang memiliki kontradiksi jika melakukan immune booster ialah:

  1. Pasien dengan riwayat maag kronis.
  2. Pasien dengan gangguan kelainan darah G6PD.
  3. Pasien dengan riwayat gangguan ginjal kronis.
  4. Pasien dengan riwayat alergi pada beberapa vitamin.
  5. Pasien dengan riwayat autoimun.
  6. Ibu hamil dan menyusui.

“Sebaiknya konsultasi dahulu dengan dokter sebelum melakukan suntik immune booster,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Merk Vitamin Anak untuk Kekebalan Tubuh, Booster Imunitas Rekomendasi Dokter

7 Merk Vitamin Anak untuk Kekebalan Tubuh, Booster Imunitas Rekomendasi Dokter

Lifestyle | Jum'at, 02 Januari 2026 | 14:13 WIB

6 Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Setiap Hari

6 Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Setiap Hari

Your Say | Kamis, 04 Desember 2025 | 12:38 WIB

Jangan Disepelekan, 6 Kebiasaan Ini Diam-diam Merusak Sistem Kekebalan Tubuh

Jangan Disepelekan, 6 Kebiasaan Ini Diam-diam Merusak Sistem Kekebalan Tubuh

Lifestyle | Rabu, 14 Mei 2025 | 14:00 WIB

Dokter Sarankan Anak Mandi Hujan Buat Latih Imunitas Tubuh: seperti Vaksin!

Dokter Sarankan Anak Mandi Hujan Buat Latih Imunitas Tubuh: seperti Vaksin!

Health | Kamis, 30 Januari 2025 | 18:39 WIB

Sama-Sama buat Anemia, Ini Bedanya Tablet Tambah Darah vs Vitamin Zat Besi!

Sama-Sama buat Anemia, Ini Bedanya Tablet Tambah Darah vs Vitamin Zat Besi!

Lifestyle | Minggu, 29 Desember 2024 | 19:30 WIB

Ruam Kulit dan Diare pada Bayi? Waspadai Alergi Susu Sapi!

Ruam Kulit dan Diare pada Bayi? Waspadai Alergi Susu Sapi!

Health | Rabu, 26 Juni 2024 | 05:41 WIB

Orangtua Wajib Waspada! Polusi Udara di Jakarta Bisa Sebabkan Anak Stunting

Orangtua Wajib Waspada! Polusi Udara di Jakarta Bisa Sebabkan Anak Stunting

Health | Jum'at, 18 Agustus 2023 | 16:05 WIB

6 Faktor Utama Penularan HIV, Periksakan Diri Sebelum Terlambat

6 Faktor Utama Penularan HIV, Periksakan Diri Sebelum Terlambat

Your Say | Rabu, 05 Juli 2023 | 14:37 WIB

5 Manfaat Kesehatan Daun Singkong yang Penting Diketahui, Pernah Makan?

5 Manfaat Kesehatan Daun Singkong yang Penting Diketahui, Pernah Makan?

Your Say | Senin, 26 Juni 2023 | 13:49 WIB

Peran Penting Glutamat dan Glutamin Bagi Tubuh, Jadi Pendukung Sistem Kekebalan Tubuh: Ini Dietnya

Peran Penting Glutamat dan Glutamin Bagi Tubuh, Jadi Pendukung Sistem Kekebalan Tubuh: Ini Dietnya

Health | Kamis, 22 Juni 2023 | 17:55 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB