Studi: Tekanan Akademik Bukan Penyebab Terbesar Masalah Kesehatan Mental Remaja

M. Reza Sulaiman, Aflaha Rizal Bahtiar

Selasa, 09 November 2021 | 21:48 WIB
Studi: Tekanan Akademik Bukan Penyebab Terbesar Masalah Kesehatan Mental Remaja
Ilustrasi remaja sekolah. (Pixabay/Alexandra_Koch).

Suara.com - Peningkatan masalah kesehatan mental pada remaja selama sekolah menengah sering dikaitkan dengan bertambahnya tekanan akademis.

Namun studi terbaru dari University College London menyebut, faktor bertambahnya usia lebih sering menyebabkan masalah kesehatan mental remaja dibandingkan tekanan akademis.

Studi juga menemukan bahwa 40.000 remaja mengalami tekanan mental yang buruk.

Penelitian ini coba menyelidiki tentang hubungan antara kesehatan mental dan tahun ajaran sekolah. Bahkan, studi ini menemukan bahwa masalah kesehatan mental sangatlah lazim terjadi pada anak perempuan selama menjalani pendidikan SMA.

Ilustrasi Remaja Depresi. (Shutterstock)
Ilustrasi Remaja Depresi. (Shutterstock)

Melansir dari Medical Express, para peneliti menganalisis data yang diambil dari Clinical Practice Research Datalink (CPRD), di mana data pasien yang dianonimkan mencakup kontak dengan penyedia layanan kesehatan primer dan juga sekunder.

CPRD digunakan untuk membandingkan ukuran masalah kesehatan mental. Mulai dari siswa kelas 9, kelas 10, hingga kelas 11.

Temuan menunjukkan, masalah kesehatan mental yang diukur lewat kontak penyedia layanan kesehatan primer (seperti dokter) dan sekunder (rumah sakit), jarang terjadi pada siswa sekolah dasar.

Di sisi lain, kontak penyedia layanan kesehatan ini juga meningkat pesat pada populasi siswa SMA, di mana ini terjadi dua kali lebih umum pada anak perempuan (sekitar 10 kasus per 1.000 anak per bulan) dibanding laki-laki (sekitar 3 atau 4 kasus per 1.000 anak).

“Kesejahteraan kaum remaja telah menjadi masalah kebijakan pendidikan. Dan ini ini telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir,” ungkap penulis studi utama Profesor John Jerrim dari UCL Social Research Institute.

baca juga

Lewat tantangan studi empiris yang cukup sulit adalah, dengan memisahkan efek kelompok tahun ajaran dari efek usia. Misalnya, jika anak remaja lebih mungkin menderita penyakit mental pada usia tertentu, ini dapat menyebabkan seseorang melebih-lebihkan efeknya pada tahun ajaran tertentu.

Selain itu, studi ini coba mengambil langkah dalam menyelidiki masalah tersebut. Tentunya, ini dilakukan dengan membandingkan anak yang masuk ke dalam kelompok tahun ajaran dengan anak yang masuk ke dalam ajaran di tingkat bawahnya.

“Studi kami menunjukkan, apakah Anda yang tertua atau termuda di tahun Anda, risiko kesehatan mental meningkat yang kira-kira sama berdasarkan usia Anda,” ungkap Profesor John Jerrim.

“Jadi, meskipun pengalaman di sekolah dianggap sebagai faktor kunci yang berkontribusi terhadap kesehatan mental yang buruk bagi remaja, kami menemukan bahwa usia adalah faktor yang menyebabkan meningkatkan masalah kesehatan mental,” lanjutnya.

“Jadi, ini tidak terkait dengan siswa yang berada dalam kelompok tahun ajaran tertentu saja,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Soal Mindset: Pengangguran, Eksploitasi, dan Krisis Kesehatan Mental

Bukan Soal Mindset: Pengangguran, Eksploitasi, dan Krisis Kesehatan Mental

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Batas Tipis Jaga Mental Health dan Hilang Empati, Kapan Self-Care Berubah Jadi Masalah?

Batas Tipis Jaga Mental Health dan Hilang Empati, Kapan Self-Care Berubah Jadi Masalah?

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Kekerasan Spiritual di Gereja Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental

Kekerasan Spiritual di Gereja Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental

Health | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Kasus Gangguan Jiwa Berat di Kalbar Tembus 4.323, Skizofrenia Mendominasi

Kasus Gangguan Jiwa Berat di Kalbar Tembus 4.323, Skizofrenia Mendominasi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Rayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia Lewat Konser YE alias Kanye West di GBK

Rayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia Lewat Konser YE alias Kanye West di GBK

Entertainment | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:29 WIB

10 Oktober Memperingati Hari Apa? Ini 7 Momentum Penting yang Perlu Diketahui

10 Oktober Memperingati Hari Apa? Ini 7 Momentum Penting yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:56 WIB

Room Reset, Mind Reset: Saatnya Memberi Jeda untuk Diri Sendiri

Room Reset, Mind Reset: Saatnya Memberi Jeda untuk Diri Sendiri

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Susah Fokus Bukan Cuma karena 'Gadget': Memahami Mitos Attention Span di Era Digital

Susah Fokus Bukan Cuma karena 'Gadget': Memahami Mitos Attention Span di Era Digital

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:38 WIB

Pelukan Suzume dan Pelajaran tentang Inner Child yang Sering Disalahpahami

Pelukan Suzume dan Pelajaran tentang Inner Child yang Sering Disalahpahami

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Stop Kebanyakan Scroll! Saatnya Kamu Memberi Jeda untuk Diri Sendiri

Stop Kebanyakan Scroll! Saatnya Kamu Memberi Jeda untuk Diri Sendiri

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×