Kurangi Impor, Wamenkes Dante: Perlu Berpihak Pada Obat Asli Indonesia

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 10 November 2021 | 07:10 WIB
Kurangi Impor, Wamenkes Dante: Perlu Berpihak Pada Obat Asli Indonesia
Ilustrasi obat. (Unsplash)

Suara.com - Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Herbuwono mengatakan semua sektor perlu berpihak pada produk farmasi dalam negeri, termasuk kepada obat modern asli Indonesia alias OMAI.

OMAI adalah obat yang bahan, tenaga kerja, produsen hingga lokasi pembuatannya sepenuhnya dilakukan di dalam negeri dan oleh orang Indonesia. 

Salah satu keberpihakan itu kata Wamenkes Dante, bisa diwujudkan dengan memasukan OMAI ke dalam obat yang digunakan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Apalagi pemerintah juga sebelumnya telah melakukan pendampingan kepada produsen OMAI agar memiliki Good Laboratorium Practice (GLP), Good Manufacturing Practice (GMP), dan Good Clinical Practice (GCP).

Ilustrasi obat. (Elements Envanto)
Ilustrasi obat. (Elements Envanto)

"Bahwa bagaimana keberpihakan kita setelah melakukan pendampingan tiga hal itu, bagaimana kita menggunakan obat-obatan tersebut, obat-obatan tersebut harus ada di listing e-katalog, listing JKN, dan formularium obat-obatan sehingga pemakaiannya lebih baik,” kata Wamenkes Dante dalam acara Webinar 25 Mei 2021 lalu.

Adapun tujuan pendampingan GLP, GMP, dan GCP agar keamanan dan khasiat obat buatan dalam negeri atau OMAI terjamin, serta bisa dipertanggungjawabkan.

Aspirasi ini juga diamini Sekretaris Perusahaan Indofarma, Wardjoko Sumedi dalam keterangnnya, Selasa (9/11/2021). Ia mengatakan, dengan masuknya OMAI dan digunakan dalam program JKN maka obat dalam negeri bisa dijangkau oleh semua kalangan, termasuk untuk penyembuhan pasien yang ditanggung program JKN.

"Bahwa fitofarmaka (obat bahan alami) sebagai Obat Modern Asli Indonesia dapat digunakan dalam pelayanan kesehatan formal untuk meningkatkan derajat kesehatan dan penyembuhan pasien," imbuh Wardjoko.

Hal senada juga disampaikan Direktur Pengembangan Bisnis dan Saintifik Dexa Group, Dr Raymond Tjandrawinata, selaku produsen dan pengembang fitofarmaka.

baca juga

Menurut Raymond, selain dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada obat impor, memasukan OMAI dalam program JKN juga mencegah terjadinya supply shock, seperti yang sempat dialami industri farmasi di Indonesia pada awal pandemi Covid-19, karena tergantung obat sumber bahan baku obat impor.

Supply shock adalah kondisi berhentinya banyak kegiatan produksi, akibat pembatasan aktivitas manusia. Sehingga pemintaan dan penawaran terjadi secara bersamaan.

"Itulah kata kunci yang harus disepakati bahwa urgensi untuk membangun kemandirian ini tidak bisa ditawar lagi, urgensi ini bisa dibangun bersama," tutur Raymond.

Dexa yang sudah berhasil memproduksi 23 produk fitofarmaka dan sudah mengdapat nomor izin edar BPOM, akui sebagian produknya berhasil diekspor ke luar negeri dan diresepkan oleh dokter mancanegara.

Sehingga sangat wajar, jika OMAI bisa diakui dan digunakan di negara asalnya sendiri. 

"Sekarang justru dalam keadaan Covid-19 ini, sekarang kita memikirkan lebih lanjut untuk kemandirian bahan baku obat,” pungkas Raymond.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polda DIY Sebut Peredaran Obat Keras Ilegal Picu Maraknya Aksi Kejahatan Klitih

Polda DIY Sebut Peredaran Obat Keras Ilegal Picu Maraknya Aksi Kejahatan Klitih

Jogja | Selasa, 09 November 2021 | 20:13 WIB

Produsen Obat Bangladesh Luncurkan Obat Generik Covid-19 Pertama di Dunia

Produsen Obat Bangladesh Luncurkan Obat Generik Covid-19 Pertama di Dunia

Health | Selasa, 09 November 2021 | 20:06 WIB

Kurangi Obat Impor, Wamenkes Ungkap Daftar Fitofarmaka Asli Indonesia

Kurangi Obat Impor, Wamenkes Ungkap Daftar Fitofarmaka Asli Indonesia

Health | Selasa, 09 November 2021 | 19:44 WIB

Terkini

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:45 WIB

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

News | Minggu, 13 September 2026 | 06:35 WIB

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 06:30 WIB

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Kenapa Kangen Band Bubar?

Kenapa Kangen Band Bubar?

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

×