"Misalnya orangtuanya menggoda dan tertawa, tetapi dia diam saja,” ujar dr. Marlisye
Di enam bulan ketiga, saat anak berusia 1-1,5 tahun, jika si anak tidak bisa menunjuk atau tidak bisa mengucapkan satu kata yang berarti atau perbendaharaan kosakatanya masih kurang dari 10, atau yang tadinya bisa bubbling tetapi hilang kemampuannya, ini juga tanda bahaya.
Di usia 18-24 bulan jika tidak ada satu katapun yang bisa dimengerti, atau tidak bisa menunjukkan anggota tubuhnya, misalnya mana mata, mana telinga, dan kosa katanya masih kurang dari 50 kata, itu juga tanda bahaya.
“Jika menemukan tanda-tanda di atas, jangan tunggu sampai anak berusia lebih dari 2 tahun baru berkonsultasi. Sebagian orang tua menunggu karena berharap di usia 3 tahun anak akan lancar berbicara dengan sendirinya. Prinsipnya semakin cepat dideteksi ada gangguan semain cepat dilakukan intervensi sehingga hasilnya lebih baik,” tegas dr. Marlisye.
Mencegah gangguan bicara dan bahasa pada anak bisa dilakukan dengan memperbanyak stimulasi bicara sejak dini.
"Lakukan stimulasi sejak dini, diulang-ulang, dengan rasa kasih sayang dan gembira dan tidak ada paksaan. Orang tua harus memberikan contoh, di mana orang tua juga harus banyak mengucapkan kata-kata Sebaiknya kata-kata yang baik dan diucapkan dengan lembut dan santun, dan batasi penggunaan gadget atau paparan layar.” tips dari dr. Marlisye.
Head of Patient Pillar PT Global Urban Esensial Evi Keistianti menjelaskan, pihaknya sangat menyadari bahwa masalah gangguan tumbuh kembang sama pentingnya dengan pertumbuhan fisik.
“Kami berusaha menghadirkan permasalah yang paling sering dikeluhkan ibu milenial dalam mengawal pertumbuhan dan perkembangan anak, dengan edukasi melalui sosial media dan menghadirkan ahli yang kompeten di bidangnya."
"Dengan begitu, para Mums bisa langsung bertanya kepada ahlinya atau mendapatkan informasi cukup, sebelum berkonsultasi ke dokter secara langsung," pungkasnya.