alexametrics

Sakit Demam Berdarah, Ini 5 Hal yang Harus Dikonsumsi dan Dihindari

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Sakit Demam Berdarah, Ini 5 Hal yang Harus Dikonsumsi dan Dihindari
Positif terinfeksi demam berdarah. (Shutterstock)

Ada beberapa hal yang harus dikonsumsi dan dihindari ketika menderita demam berdarah.

Suara.com - Demam berdarah (DBD) adalah kondisi yang bisa berakibat fatal. Kondisi ini menyebabkan seseorang menggigil, demam, kehilangan nafsu makan, sakit tubuh yang parah, muntah, gatal-gatal pada kulit dan sakit kepala.

Sayangnya, sekarang ini belum ada pengobatan untuk demam berdarah. Perawatan medis untuk pasien hanya berfungsi mengatasi gejalanya.

Tapi, Anda harus paham beberapa hal yang seharusnya dikonsumsi dan dihindari selama menderita demam berdarah. Karena, hal ini akan membantu pasien demam berdarah pulih lebih cepat.

Salah satu masalah utama dari orang yang menderita demam berdarah adalah jumlah trombosit yang rendah. Pada beberapa kasus dilansir dari Times of India, kondisi ini bisa berakibat fatal bila tak ditangani tepat waktu.

Baca Juga: Rony Dozer Punya Riwayat Diabetes, Ini Hubungannya dengan Kolesterol

Berikut ini, beberapa hal yang seharusnya dikonsumsi selama menderita demam berdarah.

Ilustrasi Daun Pepaya. (Unsplash/Dawn McDonald)
Ilustrasi Daun Pepaya. (Unsplash/Dawn McDonald)

1. Daun pepaya

Ekstrak daun pepaya dikatakan dapat meningkatkan trombosit secara drastis. Anda juga dapat minum pil tingkat farmasi. Tapi daun segar selalu merupakan pilihan yang lebih baik.

2. Vitamin C

Vitamin C bisa bekerja sangat baik dalam meningkatkan kekebalan tubuh. Konsumsi makanan seperti amla, lemon, jeruk, nanas untuk meningkatkan kekebalan Anda.

Baca Juga: Rony Dozer Sempat Alami Kolesterol Tinggi, Waspadai 6 Faktor Risikonya

3. Seng

Seng atau zinc bisa membantu dalam mengatasi demam. Anda dapat memiliki makanan kaya seng atau juga memilih tablet seng yang mudah tersedia di pasaran.

4. Asam folat dan vitamin B12

Vitamin B12 dan asam folat memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan yang sehat dari sistem kekebalan tubuh. Tingkat asam folat dan vitamin B12 yang tidak memadai dapat secara drastis mengubah respons imun.

5. Zat besi

Kekurangan zat besi dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh secara negatif. Peran zat besi dalam imunitas diperlukan untuk proliferasi dan maturasi sel imun, terutama limfosit yang berhubungan dengan pembentukan respons spesifik terhadap infeksi.

Di samping itu, Anda juga tidak boleh lupa untuk menjaga hidrasi tubuh. Anda bisa minum air putih lebih banyak untuk menjaga cairan dalam tubuh.

Anda juga harus menghindari minum alkohol, tidak mengonsumsi makanan berminyak, makanan olahan, gorengan, kafein, minuman berkarbonasi, makanan pedas dan makanan berlemak tinggi agar cepat pulih.

Komentar