alexametrics

Mantan PM Selandia Baru: Vaksinasi Covid-19 Saja Tidak akan Membuat Pandemi Berakhir

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Mantan PM Selandia Baru: Vaksinasi Covid-19 Saja Tidak akan Membuat Pandemi Berakhir
Ilustrasi Pandemi. (Pexels)

Cara yang benar adalah dengan mengkalibrasi, membawa kembali, dan mempertahankan pratik kesehatan.

Suara.com - Mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen CLark mengatakan bahwa pandemi virus corona tidak akan berakhir hanya dengan strategi vaksinasi Covid-19, pada Kamis (11/11/2021).

"Apa yang akan saya katakan kepada negara-negara (yang) telah berhasil dengan peluncuran vaksin adalah itu (vaksin) tidak akan membuat keberhasilan," jelas Clark, selama pertemuan virtual KTT CEO Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik, mengutip CNBC.

Menurutnya, cara yang benar adalah dengan mengkalibrasi, membawa kembali, dan mempertahankan pratik kesehatan, sesuai dengan keadaan epidemiologis pandemi dan negara.

Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan salah satu tantangan terbesar di negaranya adalah cara proaktif menanggapi lonjakan kasus.

Baca Juga: Tampil di GIIAS 2021, PT KTB Kedepankan Digitalisasi Saat Pandemi

Dia memperingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir karena Jerman sekali lagi mengalami kebangkitan kasus.

Ilustrasi Pandemi Covid-19 (pexels)
Ilustrasi Pandemi Covid-19 (pexels)

"Sayangnya, Jerman berada di tengah-tengah gelombang keempat sekarang. Kami mencatat peningkatan jumlah yang tinggi. Kita harus menyadari bahwa ini belum beakhir," jelas Merkel.

Jadi, menurutnya semua orang harus segera turun tangan ketika melihat ada peningkatan kasus secara drastis.

Selain Jerman, kasus yang dilaporkan setiap hari melonjak juga Singapura. Bahkan, saat peluncuran vaksin dipercepat.

Negara di Asia Tenggara ini memiliki salah satu tingkat vaksinasi tertinggi secara global, dengan sekitar 85% populasinya divaksinasi penuh.

Baca Juga: Meski Pandemi, Inovasi Alat Kesehatan di Indonesia Justru Makin Maju

Tetapi negara ini harus menyesuaikan langkah-langkah jarak sosial beberapa kali karena varian delta yang sangat menular menyebar.

Komentar