alexametrics

Alami Kelelahan dan Batuk Usai Sembuh, Awas Bisa jadi Gejala Long Covid-19

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Alami Kelelahan dan Batuk Usai Sembuh, Awas Bisa jadi Gejala Long Covid-19
Batuk merupakan gejala infeksi pneumonia misterius di China. (Shutterstock)

Dinilai dari kualitas hidup, dokter Agus mengungkapkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami masalah pergerakan dan mampu mengurus diri sendiri.

Suara.com - Sembuh dari infeksi Covid-19 bisa menyisakan sejumlah gejala atau long covid-19 selama dua minggu lebih. Riset dari RSUP Persahabatan pada awal Januari 2021 menemukan bahwa kelelahan dan batuk menjadi long covid-19 yang paling umum terjadi. 

"Long covid-19 terbanyak, fatigue (kelelahan), batuk, nyeri otot, sesak, kemudian sakit kepala, nyeri sendi, dan seterusnya. Termasuk juga gangguan tidur dan kecemasan," kata Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr. Agus Dwi Susanto. Sp.P(K)., dalam webinar perayaan HUT RSUP Persahabatan, Minggu (14/11/2021).

Gejala lain yang tidak terlalu umum, seperti depresi dan rambut rontok juga ditemukan pada penyintas Covid-19. Dokter Agus mrnambahkan, penyintas yang alami long covid-19 dengan gejala sesak nafas dilakukan penilaian melalui hasil tes dengan MRCP.

Ilustrasi Covid-19. (Andrea Piacquadio/Pexels)
Ilustrasi Covid-19. (Andrea Piacquadio/Pexels)

Dinilai dari kualitas hidup, dokter Agus mengungkapkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami masalah pergerakan dan mampu mengurus diri sendiri.

Baca Juga: Timses Lurah Terpilih Dikeroyok, 42 Siswa di Kulon Progo Positif Covid-19

"Tapi ada beberapa subjek yang memiliki keluhan seperti gangguan aktivitas sehari-hari 19,9 persen, nyeri dan tidur tidak nyaman 24,4 persen, kecemasan dan depresi 28,4 persen bahkan ada yang memiliki problem yang berat kualitas hidup yaitu gangguan pada aktivitas sehari-hari dan nyeri 0,2 persen dan depresi 0,6 persen," tuturnya. 

Dari hasil pemeriksaan foto toraks, ada sebanyak 65,9 persen subjek penelitian yang menjalani pemeriksaan tersebut. Kemudian, ditemukan gambaran pneumonia terhadap 35,6 persen penyintas dan tidak ada pneumonia 46 persen.

Dari 419 pasien yang menjadi responden, sebagian besar atau 60,9 persen tidak memiliki komorbid dan 39,1 persen memiliki komorbid. Paling banyak komorbid yang ditemukan berupa asma, hipertensi, dan diabetes.

Kemudian, karakteristik pelayanan yang didapatkan pasien tercatat melakukan isolasi di rumah sebanyak 47,7 persen, isolasi di rumah sakit 44,4 persen, melakukan isolasi di fasilitas pemerintah Wisma Atlet 9 persen, dan yang masuk ICU 7,2 persen. 

"Jadi penelitian ini mungkin yang pertama di Indonesia dan konsensus memang belum ada, sehingga kita menggunakan (masa long covid-19) 2 minggu atau lebih," pungkasnya. 

Baca Juga: Duh! Eropa Jadi Pusat Pandemi Covid-19, Begini Saran WHO

Komentar