Minum Susu Kental Manis Seduh Setiap Hari Bisa Sebabkan Anak Stunting?

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 18 November 2021 | 16:13 WIB
Minum Susu Kental Manis Seduh Setiap Hari Bisa Sebabkan Anak Stunting?
Ilustrasi susu kental manis (pixabay).

Suara.com - Mengonsumsi susu kental manis (SKM) seduh membuat anak kenyang dan menolak makanan lain, yang bisa menyebabkan gizi buruk dan berisiko sebabkan stunting.

Hal ini diungkap Ketua Yayasan Abhipraya Insan Cendekia (YAICI), Arief Hidayat, yang menemukan fakta bahwa banyak anak usia 3 hingga 5 tahun yang rutin diberikan SKM, mengalami gizi buruk.

"Padahal temuan kami justru 3 sampai 5, banyak gizi buruk dan konsumsi SKM," imbuh Arief dalam acara diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (17/11/2021).

Berdasarkan temuan ini, Arief lantas meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengevaluasi usia anak yang boleh mengonsumsi SKM, tidak lagi sekadar di bawah 12 bulan.

"Jadi ada di sini, BPOM perlu melihat apakah benar di bawah 12 bulan," ungkap Arief.

Sehingga ancaman gizi buruk, karena konsumsi harian SKM sebagai minuman tunggal anak bukan lagi terjadi pada usia di bawah 12 bulan.

Menurut Arief, dalam satu gelas SKM seduh, kandungan gulanya setara dengan dua sendok makan gula.

Padahal menurut angka kecukupan gizi (AKG), anak usia 1-3 tahun maksimal hanya boleh mengonsumsi gula 25 gram atau 5 sendok teh gula sehari.

Anak usia 3-6 tahun, maksimal asupan gula tidak lebih dari 38 gram atau setara 8 sendok teh gula per hari.

"Kalau anak kecil, konsumsi manis dia nggak ada niat makan yang lain karena kenyang terus, yang akhirnya dampaknya berbahaya pada tubuh jika dikonsumsi setiap hari," tutur Arief.

Pengamat kesehatan sekaligus peneliti itu menyebutkan, bukan tidak mungkin kebiasaan konsumsi SKM seduh ini jadi kendala penanganan stunting.

"Jika semua anak minum SKM, saya yakin stuntingnya nggak akan turun-turun, karena faktor gizi berpengaruh," pungkas dr. Arief.

Sekedar informasi, beberapa waktu lalu dalam siaran persnya, BPOM menyebutkan kadar lemak susu dalam SKM tidak kurang hanya 8 persen, dan kandungan proteinnya tidak kurang dari 6,5 persen.

"SKM tidak dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai hidangan tunggal berupa minuman susu. Susu kental dapat digunakan sebagai topping, pelengkap, atau campuran pada makanan atau minuman," tulis BPOM melalui keterangannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Gaya Hedon Karyawan di SCBD: Korbankan Anak Hingga Kurang Gizi

Di Balik Gaya Hedon Karyawan di SCBD: Korbankan Anak Hingga Kurang Gizi

Bisnis | Kamis, 18 November 2021 | 10:27 WIB

Pakar: Memberi Susu Kental Manis Seduh Pada Anak Sama Seperti Memberi Permen

Pakar: Memberi Susu Kental Manis Seduh Pada Anak Sama Seperti Memberi Permen

Health | Rabu, 17 November 2021 | 21:21 WIB

Kehamilan Terencana Penting untuk Cegah Stunting, Bagaimana Melakukannya?

Kehamilan Terencana Penting untuk Cegah Stunting, Bagaimana Melakukannya?

Health | Rabu, 17 November 2021 | 17:05 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB