Mengenali Gejala Tumbuh Gigi pada Bayi, Benarkah Demam Termasuk?

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Sabtu, 20 November 2021 | 09:25 WIB
Mengenali Gejala Tumbuh Gigi pada Bayi, Benarkah Demam Termasuk?
Ilustrasi bayi tumbuh gigi. (Unsplash)

Suara.com - Bayi yang sedang mengalami teething biasanya akan rewel. Mereka juga akan sering mengeluarkan air liur. Namun, beberapa orang tua mengklaim bahwa bayi mereka menjadi demam saat ini terjadi.

Teething merupakan proses pertumbuhan gigi sulung, atau biasa disebut gigi susu, pada bayi. Gigi ini akan muncul secara berurutan yang di antara usia enam hingga 8 bulan.

Umumnya, dua gigi depan bawah muncul terlebih dahulu, yang kemudian disusul dua gigi depan atas. Pertumbuhan ini dapat berlangsung sekitar 8 hari, lapor Health Digest.

Tanda dan gejala tumbuh gigi dapat mencakup bayi rewel, tidurnya terganggu, banyak menangis dari biasanya, keluarnya air liur secara berlebihan, menarik-narik telinga, senang memasukkan tangan atau benda ke dalam mulut, hingga perubahan nafsu makan.

Sebuah studi tahun 2015, yang menganalisis 270 bayi dan balita menunjukkan bahwa akan ada lebih banyak gejala pada bayi dengan berat badan lahir rendah, salah satunya suhu tubuh menjadi naik. Tetapi, hal ini bukan demam.

Ilustrasi bayi tumbuh gigi. (Pixabay/Mojpe)
Ilustrasi bayi tumbuh gigi. (Pixabay/Mojpe)

Menurut laman Rumah Sakit Anak Seattle, demam merupakan gejala palsu dari tumbuh gigi pada bayi. Sebuah riset yang terbit di BMC Oral Health juga tidak menemukan kolerasi antara tumbuh gigi dengan demam.

Apabila suhu bayi saat teething sampai mencapai di atas 38 derajat Celcius, artinya ada sesuatu kondisi serius lain yang menyebabkannya, seperti infeksi virus.

Tapi masuk akal jika bayi sering sakit dan demam di usia ini. Alasannya karena antibodi bayi yang didapatnya dari ibu saat lahir akan mulai hilang antara usia enam hingga 12 bulan. Hal ini membuat bayi rentan terkena penyakit.

Penyebab lainnya, mereka mudah terpapar bakteri baru atau kuman karena sering memasukkan segala sesuatu ke dalam mulut di usia-usia ini.

Namun, memerhatikan perubahan suhu tubuh pada bayi itu penting. Sebab, ini bisa menandakan adanya kondisi serius, terlebih jika demam tak kunjung turun dalam beberapa hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bayi Rewel karena Tumbuh Gigi? Coba Lakukan Cara Berikut

Bayi Rewel karena Tumbuh Gigi? Coba Lakukan Cara Berikut

Health | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 10:02 WIB

Tumbuh Gigi Bungsu Kok Bikin Ngilu? Ini Penjelasan Dokter Gigi

Tumbuh Gigi Bungsu Kok Bikin Ngilu? Ini Penjelasan Dokter Gigi

Health | Minggu, 03 Oktober 2021 | 21:25 WIB

Arti Mimpi Tumbuh Gigi Baru, Bisa Jadi Tanda Kelahiran

Arti Mimpi Tumbuh Gigi Baru, Bisa Jadi Tanda Kelahiran

Jakarta | Kamis, 12 November 2020 | 19:00 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB