Banyak Merenggut Nyawa, Kenali 3 Jenis Kanker yang Paling Mematikan

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Senin, 22 November 2021 | 17:45 WIB
Banyak Merenggut Nyawa, Kenali 3 Jenis Kanker yang Paling Mematikan
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Suara.com - Secara global, tiga kanker yang paling banyak membunuh orang pada 2020 merupakan kanker paru-paru (1,80 juta kematian), kanker kolorektar (935.000 kematian), dan kanker hati (830.000 kematian).

Namun, menurut direktur ilmiah di American Cancer Society (ACS) Rebecca Siegel, ketiga kanker tersebut bukanlah yang paling mematikan.

Indikator 'kanker paling mematikan' adalah kanker dengan kelangsungan hidup rendah pada penderita. Peneliti kanker menentukan kelangsungan hidup dengan ukuran yang disebut kelangsungan hidup relatif 5 tahun.

Itu adalah persentase orang yang diharapkan bertahan hidup dari efek kankernya, tidak termasuk dari kemungkinan penyebab kematian lain, selama lima tahun setelah didiagnosis.

Ilustrasi kanker paru. [Shutterstock]
Ilustrasi kanker paru. [Shutterstock]

Berdasarkan Surveillance, Epidemiology, and End Results Program (SEER), dilansir Live Science, berikut lima kanker paling mematikan:

1. Kanker pankreas, kelangsungan hidup relatif 5 tahun: 10,8%

Kanker sistem pencernaan secara umum cukup mematikan, dengan kurang dari setengah pasien bertahan hidup selama lima tahun.

Bergantung pada seberapa jauh penyebarannya, dokter mengobati kanker pankreas dengan pembedahan, radiasi, atau kemoterapi.

Perawatan lain termasuk imunoterapi yang meningkatkan sistem kekebalan untuk menyerang kanker atau terapi target yang obat yang menargetkan molekul khusus untuk sel kanker.

baca juga

2. Mesothelioma, kelangsungan hidup relatif lima tahun: 11,5%

Mesothelium merupakan lapisan sel yang melapisi rongga tubuh tertentu dan mengelilingi organ dalam. Sementara mesothelioma adalah kanker pada sel-sel tersebut.

Tiga dari empat mesothelioma paling umum terjadi pada mesothelium yang melapisi paru-paru, yang disebut pleura. Jenis kanker ini disebut mesothelioma pleura.

Paparan asbes, serat mineral dalam insulasi, merupakan penyebab utama mesothelioma pleura ganas dan dapat berkontribusi pada perkembangan mesothelioma peritoneal, jaringan yang mengelilingi organ di perut.

3. Kanker kandung empedu, kelangsungan hidup relatif lima tahun: 19,4%

Batu empedu kecil, yang merupakan simpanan keras kolesterol dan bahan lain di kantong empedu, secara signifikan meningkatan risiko kanker kandung empedu.

Perawatan kanker ini termasuk pembedahan, kemoterapi, dan radiasi. Tetapi ini tergantung pada seberapa jauh perkembangan sel kanker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hits Health: Gejala Kanker Paru Hingga Efek Samping Pakai Kondom

Hits Health: Gejala Kanker Paru Hingga Efek Samping Pakai Kondom

Health | Senin, 22 November 2021 | 10:50 WIB

Khusus Pria, Hati-Hati Kebiasaan Buang Air Kecil di Malam Hari Pertanda Kanker!

Khusus Pria, Hati-Hati Kebiasaan Buang Air Kecil di Malam Hari Pertanda Kanker!

Health | Senin, 22 November 2021 | 10:26 WIB

Belajar dari Verawaty Fajrin, Ketahui Apa Saja Gejala Kanker Paru-Paru

Belajar dari Verawaty Fajrin, Ketahui Apa Saja Gejala Kanker Paru-Paru

Health | Minggu, 21 November 2021 | 15:33 WIB

Terkini

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 18:05 WIB

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:59 WIB

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 17:57 WIB

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 17:53 WIB

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 17:52 WIB

×