Hits Health: Amerika Serikat Tidak Akan Lockdown, Manfaat Mengunyah Permen Karet

Vania Rossa

Rabu, 24 November 2021 | 10:39 WIB
Hits Health: Amerika Serikat Tidak Akan Lockdown, Manfaat Mengunyah Permen Karet
Ilustrasi lockdown di berbagai negara (Shuttterstock)

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat menanggapi adanya lonjakan kasus COVID-19, yang disebabkan oleh turunan virus Corona varian Delta. Dalam pernyataannya, Gedung Putih mengatakan meski kasus Covid-19 melonjak naik, Amerika Serikat tidak perlu memberlakukan lockdown atau menutup ekonominya untuk mengekang penyebaran COVID-19. Kenapa?

Sejak awal pandemi virus corona Covid-19, protokol kesehatan yang selalu digaungkan adalah cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Tapi sekarang, para ilmuwan menemukan cara baru untuk menurunkan risiko infeksi virus corona. Mereka menemukan permen karet bisa bertindak sebagai "jaring" untuk menjebak partikel virus corona Covid-19. Benarkah?

Simak selengkapnya di bawah ini!

1. Meski Kasus COVID-19 Melonjak Naik, Amerika Serikat Janji Tidak Akan Melakukan Lockdown

Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. [Shutterstock]
Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. [Shutterstock]

Pemerintah Amerika Serikat menanggapi adanya lonjakan kasus COVID-19, yang disebabkan oleh turunan virus Corona varian Delta.

Dalam pernyataannya, Gedung Putih mengatakan meski kasus Covid-19 melonjak naik, Amerika Serikat tidak perlu memberlakukan penguncian atau menutup ekonominya untuk mengekang penyebaran COVID-19.

Baca selengkapnya

2. Peneliti: Mengunyah Permen Karet Bisa Cegah Penularan Virus Corona Covid-19

Mengunyah permen karet. (shutterstock)
Mengunyah permen karet. (shutterstock)

Sejak awal pandemi virus corona Covid-19, protokol kesehatan yang selalu digaungkan adalah cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Tapi sekarang, para ilmuwan menemukan cara baru untuk menurunkan risiko infeksi virus corona.

baca juga

Mereka menemukan permen karet bisa bertindak sebagai "jaring" untuk menjebak partikel virus corona Covid-19. Penelitian menemukan mengunyah permen karet bisa membatasi jumlah virus dalam air liur.

Baca selengkapnya

3. Sinovac Uji Klinis Vaksin Covid-19 Corovac untuk Anak dan Remaja, Apa Hasilnya?

Petugas medis menyiapkan vaksin COVID-19 Sinovac yang akan disuntikan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Duren Sawit, Jakarta, (14/1/2021). Sebanyak 1,2 juta tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia, menjalani vaksinasi COVID-19 tahap pertama yang dimulai sejak Rabu (13/1). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas medis menyiapkan vaksin COVID-19 Sinovac yang akan disuntikan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas Duren Sawit, Jakarta, (14/1/2021). Sebanyak 1,2 juta tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia, menjalani vaksinasi COVID-19 tahap pertama yang dimulai sejak Rabu (13/1). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Perusahaan pembuat vaksin Covid-19 asal China, Sinovac Biotech, mengumumkan hasil uji klinis fase III yang dilakukannya untuk melihat keampuhan vaksin Corovac pada populasi anak-anak dan remaja.

Hasil uji klinis menemukan bahwa vaksin Corovac terbukti aman untuk anak-anak dan remaja sehat usia 3 hingga 17 tahun. Penelitian dilakukan kepada 2.140 partisipan berusia 6 bulan hingga 17 tahun yang berasal d ari Chile, Malaysia, Filipina, dan Afrika Selatan.

Baca selengkapnya

4. Israel Buat Obat untuk Pasien Virus Corona Covid-19, Begini Hasilnya!

Ilustrasi obat virus corona Covid-19. (Unsplash)
Ilustrasi obat virus corona Covid-19. (Unsplash)

Sebuah perusahaan publik Israel telah mengembangkan satu-satunya obat untuk virus corona Covid-19 yang sudah mencapai stadium akhir. Mereka juga memaparkan hasil uji klinis tahap II terhadap obat virus corona Covid-19 tersebut.

Hasil uji klinis fase II mengungkapkan bahwa pasien yang terinfeksi virus corona Covid-19 parah memiliki tingkat kelangsungan hidup 94 persen setelah mengonsumsi obat tersebut.

Baca selengkapnya

5. Ahli: Suntikan Booster Vaksin Covid-19 Beri Pelindungan 5 Kali Lebih Tinggi

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (pixabay)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (pixabay)

Studi baru mengungkapkan bahwa suntikan booster vaksin Covid-19 bisa memberikan perlindungan 5 kali lipat lebih banyak daripada suntikan vaksin Covid-19 kedua.

Para ahli juga berpikir bahwa perlindungan dari suntikan booster vaksin Covid-19 pun bisa bertahan lebih lama daripada suntikan vaksin Covid-19 dua dosis sebelumnya.

Baca selengkapnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti: Mengunyah Permen Karet Bisa Cegah Penularan Virus Corona Covid-19

Peneliti: Mengunyah Permen Karet Bisa Cegah Penularan Virus Corona Covid-19

Health | Rabu, 24 November 2021 | 08:23 WIB

Bahaya, Kasus Covid-19 di Eropa Meningkat Tajam

Bahaya, Kasus Covid-19 di Eropa Meningkat Tajam

Bogor | Selasa, 23 November 2021 | 21:28 WIB

Meski Kasus COVID-19 Melonjak Naik, Amerika Serikat Janji Tidak Akan Melakukan Lockdown

Meski Kasus COVID-19 Melonjak Naik, Amerika Serikat Janji Tidak Akan Melakukan Lockdown

Health | Selasa, 23 November 2021 | 18:22 WIB

Terkini

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas

Bali | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

Donald Trump Tuduh Iran Otaki Serangan Pipa Minyak Arab Saudi

Donald Trump Tuduh Iran Otaki Serangan Pipa Minyak Arab Saudi

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

Komodifikasi Paras di Kampus: Ketika Estetika Menggerus Marwah Mahasiswa

Komodifikasi Paras di Kampus: Ketika Estetika Menggerus Marwah Mahasiswa

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap

5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Jatim | Minggu, 13 September 2026 | 11:04 WIB

Siapa Nama Asli Betrand Peto? Ini Profil Putra Ruben Onsu yang Sedang Disorot

Siapa Nama Asli Betrand Peto? Ini Profil Putra Ruben Onsu yang Sedang Disorot

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 11:04 WIB

Bukan Orang Lokal, Warga Negara Ini Paling Sering Naik Kereta Cepat Whoosh!

Bukan Orang Lokal, Warga Negara Ini Paling Sering Naik Kereta Cepat Whoosh!

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 11:01 WIB

BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas

BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 11:01 WIB

5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur

5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 10:56 WIB

BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim

BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:55 WIB

×