alexametrics

VIrus Corona Varian Omicron Dianggap Lebih Menular, Ahli: Jangan Sampai Kecolongan

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar
VIrus Corona Varian Omicron Dianggap Lebih Menular, Ahli: Jangan Sampai Kecolongan
Ilustrasi virus corona. [Antara]

Mengenai varian Omicron ini, telah diungkap juga oleh Dokter Paru DR. dr. Erlina Burhan Msc. SpP (K), saat dihubungi oleh Suara.com pada Minggu (28/11/2021).

Suara.com - Organisasi kesehatan dunia atau WHO pada Jumat (26/11/2021) telah mengumumkan bahwa varian baru Covid-19 bernama Omicron ditemukan di Afrika Selatan. Varian ini, yang disebut B.1.1.529, digolongkan ke dalam kategori variant of concern karena dianggap lebih menular.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, jumlah kasus baru Covid-19 meningkat drastis di Afrika Selatan dalam beberapa pekan terakhir yang bersamaan dengan penemuan varian tersebut.

WHO menerangkan, varian baru ini memiliki sejumlah besar mutasi, yang beberapa di antaranya merisaukan. Selain itu, bukti awal menunjukkan bahwa varian ini meningkatkan risiko reinfeksi jika dibandingkan dengan varian lain.

Mengenai varian Omicron ini, telah diungkap juga oleh Dokter Paru DR. dr. Erlina Burhan Msc. SpP (K), saat dihubungi oleh Suara.com pada Minggu (28/11/2021).

Baca Juga: Info Vaksin Surabaya 28 November 2021 di WTC e-Mall dan Update Kasus Covid-19

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

“Omicron ini kan sudah ditemukan di beberapa negara, mulai dari Afrika, Botswana, dan juga Hongkong. Kita khawatir nih kalau dari Hongkong akhir tahun nanti, banyak TKI yang kembali ke Indonesia, jadi saya kira perlu restriction,” ungkap dr. Erlina Burhan.  

Seperti laporan resmi WHO, dr. Burhan juga mengatakan bahwa varian ini lebih jauh lebih menular. Karena itu, perlu diperhatikan semacam perlindungan dan jangan sampai kecolongan.

“Jangan sampai kecolongan seperti Delta, yang waktu itu kasus kita langsung naik. Jadi jangan sampai terulang lagi,” tegasnya.

“Saya juga ingin menyampaikan kepada masyarakat tidak usah panik. Karena apa? Apapun variannya mau itu berbahaya atau tidak, itu sebetulnya tidak jadi masalah kalau tidak masuk ke tubuh kita,” ungkapnya.

Selanjutnya, dr. Erlina menegaskan apapun variannya juga perlu diperketat protokol kesehatannya. Sebab, masyarakat juga perlu melindungi diri agar tidak tertular virus.

Baca Juga: Indonesia Kedatangan Vaksin Novavax, Efikasi Diklaim Sampai 96 Persen

“Jadi apapun variannya tidak usah panik. Sebagai masyarakat, kita perlu melindungi diri kita. Dan protokol kesehatannya sama saja untuk varian apapun,” tutupnya. 

Komentar