Dokter Ungkap Cara Memulai Aktivitas Fisik Setelah Sembuh dari Covid-19

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Senin, 29 November 2021 | 13:51 WIB
Dokter Ungkap Cara Memulai Aktivitas Fisik Setelah Sembuh dari Covid-19
Ilustrasi aktivitas fisik setelah sembuh dari Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Melakukan aktivitas fisik jadi salah cara untuk bisa segera pulih setelah sembuh dari Covid-19, terlebih saat mengalami fatigue syndrome atau kelelahan karena post Covid syndrome.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Hikmat Pramuki, Sp.PD mengatakan bahwa cara mengatasi kelelahan akibat post Covid syndrome adalah dengan melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan.

Lalu, dari hari ke hari, secara perlahan beban aktivitas fisik boleh ditingkatkan, mengikuti batas toleransi tubuh

Misalnya, kata dr. Hikmat, pada tujuh hari pertama, biasanya jenis latihan ringan yang direkomendasikan adalah latihan pernapasan dan fleksibilitas.

"Kemudian pada tujuh hari berikutnya, intensitas latihan fisik bisa mulai ditingkatkan, misalnya dengan latihan berjalan cepat dan seterusnya, dengan tetap memperhatikan batas toleransi, tidak memaksakan diri, dan beristirahat apabila merasa," ujar dr. Hikmat dalam keterangannya yang diterima suara.com, Senin (29/11/2021).

Dokter yang berpraktik di RSPI Pondok Indah itu mengatakan bahwa kemampuan kemampuan seseorang untuk kembali pulih seperti sebelum terinfeksi Covid-19 dipengaruhi banyak faktor.

"Sangat bergantung pada kondisi dasar individu tersebut sebelum sakit, perjalanan penyakit saat terkena Covid-19, dan tipe serta berat komplikasi yang dialami," jelas dr. Hikmat.

Meski begitu, kata dia, dari data yang terkumpul saat ini menunjukkan bahwa pasien Covid-19 yang telah divaksinasi lengkap, menunjukkan lebih sedikit kemungkinan terjadi post Covid syndrome dibanding yang belum divaksinasi lengkap.

Post Covid syndrome adalah kumpulan gejala, tanda, dan parameter klinis yang masih dirasakan lebih dari 2 minggu sesudah terkena Covid-19. Kondisi ini tidak kembali ke keadaan awal sebelum sakit.

baca juga

Dan inilah 5 gejala paling sering terjadi pada penyintas Covid-19:

  1. Kelelahan/fatigue (58%)
  2. Sakit kepala (44%)
  3. Gangguan fokus (27%)
  4. Rambut rontok atau hair loss (25%)
  5. Sesak napas (24%)
  6. Gejala lainnya, seperti batuk, perasaan tidak nyaman di dada, gangguan kardiovaskular (aritimia, miokarditis), neurologis (demensia, depresi, gangguan kecemasan, attention disorder, obsessive compulsive disorders).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Harvard: Olahraga Dapat Memperpanjang Rentang Hidup Manusia

Peneliti Harvard: Olahraga Dapat Memperpanjang Rentang Hidup Manusia

Health | Selasa, 23 November 2021 | 13:26 WIB

Update: Pasien Sembuh Dari Covid-19 di Bangka Tengah Tercatat 6.409 Orang

Update: Pasien Sembuh Dari Covid-19 di Bangka Tengah Tercatat 6.409 Orang

Sumsel | Jum'at, 19 November 2021 | 19:37 WIB

Gara-gara Jarang Aktivitas Fisik, 68 Juta Orang Indonesia Alami Obesitas

Gara-gara Jarang Aktivitas Fisik, 68 Juta Orang Indonesia Alami Obesitas

Health | Jum'at, 12 November 2021 | 21:40 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB