Gara-gara Jarang Aktivitas Fisik, 68 Juta Orang Indonesia Alami Obesitas

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Jum'at, 12 November 2021 | 21:40 WIB
Gara-gara Jarang Aktivitas Fisik, 68 Juta Orang Indonesia Alami Obesitas
Ilustrasi lelaki mengalami obesitas. (Shutterstock)

Suara.com - Tingginya angka pengidap obesitas di Indonesia dikatakan pakar terjadi karena pola hidup yang tidak sehat.

Menurut Pelaksana Tugas Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes dr Elvieda Sariwati, M.Epid, sebanyak 68 juta orang dewasa di Indonesia mengalami obesitas dikarenakan pola makan yang tidak sehat dan minimnya aktivitas fisik.

"Satu dari tiga orang dewasa, sekitar 35,4 persen, atau 68 juta orang dewasa itu mempunyai obesitas, masalah ini cukup besar," kata Elvieda dikutip dari ANTARA.

Ia menjelaskan obesitas atau kegemukan juga terdapat pada anak-anak. Sebanyak satu dari lima anak Indonesia yang berusia 5 sampai 12 tahun, atau 20 persen dari populasi anak secara nasional mengalami kegemukan.

Ilustrasi perempuan mengalami obesitas. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan mengalami obesitas. (Shutterstock)

Menurut Elvieda angka ini cukup mengkhawatirkan lantaran obesitas merupakan faktor risiko umum penyebab munculnya penyakit tidak menular.

Obesitas, kata dia, berkaitan erat dengan penyakit tekanan darah tinggi dan diabetes melitus yang juga berkaitan dengan penyakit katastropik seperti gagal jantung dan stroke.

Ia menjelaskan data Susenas 2017 mengungkapkan pola konsumsi pangan masyarakat Indonesia menjadi penyebab munculnya obesitas.

"Dari hasil Susenas tahun 2017 didapatkan data bahwa ternyata makanan dan minuman olahan, serta siap saji, merupakan jenis konsumsi terbesar sekitar 32,7 persen. Tentunya ini merupakan salah satu faktor risiko terjadinya obesitas karena tinggi gula," katanya.

Ia menambahkan, pola makan juga merupakan faktor risiko nomor satu pada kontribusi kematian dan kecacatan di Indonesia, terutama yang disebabkan oleh penyakit tidak menular

Baca Juga: 7 Makanan untuk Menurunkan Darah Tinggi, Cocok Dikonsumsi Penderita Hipertensi

Selain pola makan yang tidak sehat, perilaku yang berisiko menyebabkan penyakit tidak menular adalah aktivitas fisik yang kurang.

Melihat perbandingan data Riskesdas 2013 dan 2018, terlihat peningkatan perilaku minimnya aktivitas fisik dari 26,1 persen menjadi 33,5 persen. Pola makan yang tidak sehat jgluga meningkat pada 2013 93,5 persen menjadi 95,5 pada 2018, demikian Elvieda Sariwati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI