Ngeri! Ini Dampak Stres Berkepanjangan Pada Sistem Imun Tubuh Manusia

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Senin, 29 November 2021 | 18:04 WIB
Ngeri! Ini Dampak Stres Berkepanjangan Pada Sistem Imun Tubuh Manusia
Ilustrasi Stres (freepik)

Suara.com - Stres merupakan reaksi alamiah yang bisa dialami kapan saja dan di mana saja. Bahkan menurut dokter jiwa, stres memiliki fungsi untuk meningkatkan sel imun tubuh.

Namun stres yang terjadi secara terus menerus dan berkepanjangan menyimpan risiko bahaya besar. Salah satunya, meningkatkan risiko badai sitokin ketika terinfeksi COVID-19. Waduh!

"Stres dapat menyebabkan terjadi peningkatan kadar IL-6 dan sel kekebalan tidak berfungsi. Orang yang mengalami stres berkepanjangan ini menjadi rentan dan berpotensi mengalami percepatan badai sitokin selama infeksi COVID-19 karena sitokin yang hiperaktif dan disfungsi dari respons imun," tutur psikiater dari RS EMC Alam Sutera, dr Andri Sp.KJ, FAPM, dalam keterangannya kepada wartawan baru-baru ini.

Stres yang lama dan berkepanjangan selain bisa menimbulkan masalah kejiwaan juga mempengaruhi kesehatan fisik. Stres merupakan salah satu faktor penting yang memicu peradangan dan disfungsi sel kekebalan.

Ilustrasi sistem imun tubuh. [Shutterstock]
Ilustrasi sistem imun tubuh. [Shutterstock]

Menurut dr. Andri, kompleksitas sistem imun tubuh ini membuat banyak faktor mempengaruhinya, termasuk stres. Secara umum jika terjadi stres yang tiba-tiba maka imun sistem kita akan meningkat.

dr. Andri mengatakan ini bisa kita lihat secara alami saat kita mengalami stres fisik misalnya kita mengalami jatuh atau terkena benturan. Sistem imun tubuh akan memobilisasi sel darah putih dan juga meningkatkan perdarahan di sekitar tempat jatuh atau benturan itu. Itulah alasan mengapa ada rasa panas di awal dan kemerahan kulit ketika mengalami luka dan benturan.

"Namun demikian jika stres berlangsung kronis apalagi yang berkaitan dengan stres mental maka kita bisa mengalami penurunan imunitas akibat berbagai macam faktor terkait sistem imun ini salah satunya dengan peningkatan kortisol atau hormon stres yang terus menerus yang menyebabkan terjadinya peningkatan reaksi peradangan di tubuh kita," terang dr. Andri lagi.

Lalu apakah tidak ada cara untuk membuat stres merusak sistem imun kita? Ia mengatakan agar stres memiliki dampak relatif kecil kepada sistem imun tubuh, sesorang harus memperkuat resiliensinya.

Resiliensi atau daya lenting adalah salah satu yang bisa membuat kita lebih tahan terhadap stres dan membuat sistem imun kita juga menjadi lebih baik. Menurut dr. Andri, ada tiga cara meningkatkan daya lenting yang bisa diterapkan siapa saja.

Pertama adalah kita perlu merasa puas. Jika kebutuhan dasar kita terpenuhi, maka kita akan merasakan lebih puas terhadap kehidupan ini dan itu akan memberikan rasa aman juga serta meningkatkan daya tahan kita terhadap stres.

Kedua adalah rasa aman. Rasa aman bisa didapatkan jika kita merasa lingkungan kita aman. Orang-orang yang kita temui juga bisa memberikan rasa aman. Hal ini meningkatkan daya tahan kita terhadap stres.

Ketiga adalah keterhubungan. Kita sebagai manusia membutuhkan orang lain. Merasa punya hubungan atau keterikatan dengan orang lain membuat rasa aman dan meningkatkan daya tahan kita terhadap stres.

Di masa pandemi COVID-19 dengan segalam macam kabar buruk yang didengar, memiliki daya lenting kuat penting agar tidak mudah stres, dan akhirnya menurunkan risiko infeksi COVID-19 menjadi parah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ulasan Buku Kamu Tidak Salah, Ketika Empati Menjadi Kunci Penyembuhan

Ulasan Buku Kamu Tidak Salah, Ketika Empati Menjadi Kunci Penyembuhan

Your Say | Senin, 04 Mei 2026 | 06:21 WIB

Saat Regulasi Bertemu Realitas: Upaya Nyata Menjaga Kesehatan Mental Pekerja Rumah Tangga

Saat Regulasi Bertemu Realitas: Upaya Nyata Menjaga Kesehatan Mental Pekerja Rumah Tangga

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 09:12 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Eco-Anxiety di Kalangan Gen Z Meningkat, Ancaman atau Justru Pemicu Aksi Lingkungan?

Eco-Anxiety di Kalangan Gen Z Meningkat, Ancaman atau Justru Pemicu Aksi Lingkungan?

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 14:15 WIB

Di Balik Surat Kartini: Jeritan Kesehatan Mental dalam 'Penjara' Adat

Di Balik Surat Kartini: Jeritan Kesehatan Mental dalam 'Penjara' Adat

Your Say | Selasa, 21 April 2026 | 10:12 WIB

Kerja Pintar Bukan Kerja Rodi: Mengapa Pulang Tenggo Itu Profesional?

Kerja Pintar Bukan Kerja Rodi: Mengapa Pulang Tenggo Itu Profesional?

Your Say | Senin, 20 April 2026 | 17:42 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump

Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump

News | Senin, 13 April 2026 | 09:23 WIB

Gaji Minimum, Beban Maksimum: Krisis Mental Health Para Pekerja UMR

Gaji Minimum, Beban Maksimum: Krisis Mental Health Para Pekerja UMR

Your Say | Jum'at, 10 April 2026 | 10:45 WIB

Baliho 'Aku Harus Mati' Disorot, Kemenkes: Bisa Picu Pikiran Negatif Pada Orang Rentan

Baliho 'Aku Harus Mati' Disorot, Kemenkes: Bisa Picu Pikiran Negatif Pada Orang Rentan

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:29 WIB

Terkini

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB