Remaja Indonesia Hadapi Ancaman Kesehatan Mental, Kecemasan dan Depresi Jadi Temuan Utama

Vania Rossa, Lilis Varwati

Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:34 WIB
Remaja Indonesia Hadapi Ancaman Kesehatan Mental, Kecemasan dan Depresi Jadi Temuan Utama
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Suara.com/Lilis )
baca 10 detik
  • Kementerian Kesehatan menjalankan program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat Indonesia sepanjang tahun 2026 untuk memetakan kesehatan penduduk.
  • Hingga Juli 2026, sebanyak 59,6 juta orang telah melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi pola penyakit spesifik tiap kelompok usia.
  • Data program tersebut menjadi dasar pemerintah dalam melakukan intervensi kesehatan yang tepat sasaran serta efisien bagi masyarakat.

Suara.com - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) selama semester pertama 2026 mulai memetakan persoalan kesehatan masyarakat berdasarkan kelompok usia. Hasilnya menunjukkan pola penyakit yang berbeda pada setiap fase kehidupan, mulai dari bayi baru lahir hingga remaja.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan data yang terkumpul dari program CKG menjadi dasar penting bagi pemerintah untuk menyusun intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran.

"Sekarang kita memiliki data kesehatan masyarakat yang jauh lebih lengkap. Kita tahu masalah kesehatan anak SD berbeda dengan anak SMP maupun SMA. Dengan data ini, intervensi pemerintah menjadi lebih tepat sasaran sehingga sumber daya kesehatan dapat digunakan secara lebih efektif," ujar Budi di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Hingga 5 Juli 2026, sebanyak 59,6 juta masyarakat telah mengikuti pemeriksaan melalui Program CKG, melampaui target mingguan yang ditetapkan pemerintah. Dengan dimulainya tahun ajaran baru, Kemenkes optimistis target 130 juta peserta hingga akhir 2026 tetap berada pada jalur pencapaian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan selama satu semester terakhir, pada kelompok bayi baru lahir, skrining menunjukkan penyakit jantung bawaan kritis menjadi kondisi dengan potensi prevalensi tertinggi.

Hingga 28 Juni 2026, lebih dari 490 ribu bayi telah menjalani skrining menggunakan pulse oximetry. Dari jumlah tersebut, sekitar 4,3 persen atau 20.946 bayi teridentifikasi memiliki indikasi kelainan yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Menurut Kemenkes, temuan tersebut memperkuat pentingnya deteksi dini penyakit jantung bawaan, termasuk kesiapan sistem rujukan dan layanan rumah sakit untuk menangani kasus tersebut.

Sementara itu, pada kelompok anak sekolah dasar (SD), masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah karies gigi. Selain itu, petugas juga menemukan peningkatan tekanan darah, gangguan status gizi, serta gangguan pendengaran dan penglihatan.

Memasuki usia SMP, persoalan kesehatan gigi masih menjadi temuan terbanyak. Namun, mulai muncul peningkatan gangguan kesehatan jiwa seperti kecemasan dan depresi. Selain itu, ditemukan pula peningkatan risiko tuberkulosis (TB), tekanan darah tinggi, serta masalah gizi.

baca juga

Adapun pada kelompok SMA, pola tersebut semakin menguat. Karies gigi tetap mendominasi, disusul peningkatan tekanan darah, gangguan kesehatan mental, risiko TB, serta persoalan gizi, baik gizi kurang maupun obesitas.

Secara umum, pada kelompok anak sekolah dan remaja, lebih dari 40 persen peserta mengalami karies gigi. Temuan lainnya meliputi anemia (27 persen), peningkatan tekanan darah (21 persen), penumpukan kotoran telinga (7 persen), serta gizi lebih dan obesitas (7 persen).

Kemenkes juga mencatat perubahan pola persoalan gizi di Indonesia. Jika sebelumnya gizi kurang menjadi tantangan utama, kini proporsi anak dengan gizi lebih atau obesitas semakin mendekati angka gizi kurang.

Kondisi tersebut menunjukkan Indonesia tengah menghadapi double burden of malnutrition, yakni beban ganda masalah gizi berupa kekurangan gizi dan kelebihan gizi yang terjadi secara bersamaan.

Selain menjadi program skrining kesehatan terbesar di Indonesia, CKG kini juga mulai memasuki tahap tatalaksana bagi peserta yang telah terdiagnosis penyakit kronis, terutama hipertensi dan diabetes melitus.

Menurut Budi, tujuan utama program ini bukan hanya menemukan penyakit lebih dini, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan penanganan agar tetap sehat dan produktif.

"Semakin banyak masyarakat yang melakukan cek kesehatan, semakin dini penyakit dapat ditemukan dan diobati. Tujuan kita bukan sekadar mengetahui siapa yang sakit, tetapi memastikan masyarakat tetap sehat dan produktif. Karena itu CKG menjadi investasi kesehatan bangsa dalam jangka panjang," kata Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komunitas Dermaga Diri: Ruang Aman untuk Pulih dari Luka Batin

Komunitas Dermaga Diri: Ruang Aman untuk Pulih dari Luka Batin

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 12:28 WIB

Tenggelam dalam Tuntutan, Terbungkam oleh Stigma: Potret Buram Kesehatan Mental Remaja

Tenggelam dalam Tuntutan, Terbungkam oleh Stigma: Potret Buram Kesehatan Mental Remaja

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:05 WIB

Bye Jerawat pada Kulit Remaja! Ini 4 Acne Moisturizer Mulai Harga Rp18 Ribu

Bye Jerawat pada Kulit Remaja! Ini 4 Acne Moisturizer Mulai Harga Rp18 Ribu

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:02 WIB

Terkini

Makin Brutal, Film Evil Dead Burn Makin Kehilangan Jiwa Horornya?

Makin Brutal, Film Evil Dead Burn Makin Kehilangan Jiwa Horornya?

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:40 WIB

Bauksit Salip Nikel, Investasi Hilirisasi Tembus Rp152,7 Triliun pada Kuartal II 2026

Bauksit Salip Nikel, Investasi Hilirisasi Tembus Rp152,7 Triliun pada Kuartal II 2026

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:38 WIB

Remaja Indonesia Hadapi Ancaman Kesehatan Mental, Kecemasan dan Depresi Jadi Temuan Utama

Remaja Indonesia Hadapi Ancaman Kesehatan Mental, Kecemasan dan Depresi Jadi Temuan Utama

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:34 WIB

5 Rekomendasi Toko Online Resmi Beli Sepatu Skechers Original, Dijamin Aslinya!

5 Rekomendasi Toko Online Resmi Beli Sepatu Skechers Original, Dijamin Aslinya!

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:34 WIB

Novel The Lions' Run, Kisah Anak Yatim yang Menantang Kekejaman Nazi

Novel The Lions' Run, Kisah Anak Yatim yang Menantang Kekejaman Nazi

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:30 WIB

Sunscreen Serum Itu Apa? Ini Kegunaan dan Cara Pakainya yang Benar agar Wajah Sehat Anti Kusam

Sunscreen Serum Itu Apa? Ini Kegunaan dan Cara Pakainya yang Benar agar Wajah Sehat Anti Kusam

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:25 WIB

Dubes Qatar untuk Indonesia yang Baru Temui Jokowi, Singgung Soal Kondisi Timur Tengah

Dubes Qatar untuk Indonesia yang Baru Temui Jokowi, Singgung Soal Kondisi Timur Tengah

Surakarta | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:25 WIB

7 Rekomendasi Toko Online HP Terpercaya dengan Garansi Resmi

7 Rekomendasi Toko Online HP Terpercaya dengan Garansi Resmi

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:21 WIB

Nasib Emil Audero Menggantung di Italia, Hijrah ke Super League Juga?

Nasib Emil Audero Menggantung di Italia, Hijrah ke Super League Juga?

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:20 WIB

Tambang Ilegal di Jepara Ancam Cadangan Air, Warga Berisiko Krisis Air Bersih

Tambang Ilegal di Jepara Ancam Cadangan Air, Warga Berisiko Krisis Air Bersih

Jawa Tengah | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:15 WIB

×