Perlukah Vaksin Covid-19 Baru untuk Varian Omicron? Ini Kata Ahli!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 29 November 2021 | 20:17 WIB
Perlukah Vaksin Covid-19 Baru untuk Varian Omicron? Ini Kata Ahli!
Ilustrasi vaksin Covid-19 [Foto: Antara]

Suara.com - Varian Omicron sedang memicu kekhawatiran publik karena berpotensi resisten terhadap vaksin Covid-19. Apalagi, varian Omicron ini memiliku mutasi yang lebih berbahaya dibandingkan varian virus corona lainnya, termasuk varian Delta.

Karena itu, sekarang ini para produsen vaksin Covid-19 sedang berusaha menganalisis varian Omicron untuk menentukan keputusan mereka perlu mengembangkan dan memproduksi vaksin Covid-19 baru atau tidak.

BioNTech telah menyatakan bahwa mereka harus bisa memproduksi dan mendistribusikan vaksin Covid-19 versi terbaru dari vaksin Pfizer untuk varian Omicron dalam waktu 100 hari.

BioNTech menjelaskan bahwa vaksin Covid-19 mRNA memungkinkan jalur produksi standar yang mampu menghasilkan batch eksperimental dalam minggu pertama.

Komponen aktif vaksin Covid-19 mRNA bisa diganti dengan urutan mRNA untuk varian baru virus corona sehingga memungkinkan vaksin Covid-19 diperbarui.

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (pixabay)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (pixabay)

Vaksin Covid-19 baru masih perlu diuji, diikuti dengan produksi dan distribusi vaksin yang diperbarui. Proses produksi vaksin Covid-19 mRNA sangat mengurangi skala waktu dari keseluruhan proses peluncuran vaksin.

Moderna juga mengerahkan tim penelitinya untuk segera menyelidiki varian baru virus corona tersebut.

Para ilmuwan di perusahaan farmasi sedang bersiap untuk menganalisis virus pada 25 November 2021, sehari sebelum strain B.1.1.529 diklasifikasikan sebagai varian yang menjadi perhatian oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Kita harus memahami kemampuan vaksin Covid-19 yang sudah tersedia sekarang ini dalam memberikan perlindungan terhadap varian baru tersebut. Jika kita memang harus membuat vaksin Covid-19 baru, maka kita bisa membuatnynya awal 2022," kata para ilmuwan dikutip dari Express.

baca juga

Johnson dan Johnson juga telah bergerak untuk memeriksa vaksin Covid-19 buatannya efektif melawan varian Omicron atau tidak.

Sebelumnya, vaksin Covid-19 produksi Johnson & Johnson menggunakan virus rekombinan yang mengajarkan sistem kekebalan Anda mendeteksi dan memerangi infeksi virus corona Covid-19.

Jika varian Omicron memang kebal dari vaksin Covid-19 sebelumnya, maka kekebalan yang terbentuk oleh vaksin Covid-19 sebelumnya juga tidak akan efektif melindungi diri kita dari varian Omicron.

Apalagi, beberapa mutasi dalam varian Omicron pun ditemukan pada varian Beta dan Delta yang juga sempat dominan dan menular lebih cepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramai Covid-19 Varian Omicron, Kemenkes Janji Tingkatkan Tes Whole Genome Sequencing

Ramai Covid-19 Varian Omicron, Kemenkes Janji Tingkatkan Tes Whole Genome Sequencing

Health | Senin, 29 November 2021 | 19:42 WIB

Dokter Sebut Varian Omicron Tidak Picu Gejala Kehilangan Indra Penciuman

Dokter Sebut Varian Omicron Tidak Picu Gejala Kehilangan Indra Penciuman

Health | Senin, 29 November 2021 | 19:28 WIB

Epidemiolog UI Sebut Kemungkinan Varian Omicron Sudah Masuk Indonesia, Ini Dalihnya

Epidemiolog UI Sebut Kemungkinan Varian Omicron Sudah Masuk Indonesia, Ini Dalihnya

News | Senin, 29 November 2021 | 18:57 WIB

Terkini

Arab Saudi Klaim Makkah Diserang Drone, Houthi Bantah: Itu Kebohongan Besar!

Arab Saudi Klaim Makkah Diserang Drone, Houthi Bantah: Itu Kebohongan Besar!

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:38 WIB

Israel Culik Jurnalis Perempuan Press TV di Dekat Betlehem

Israel Culik Jurnalis Perempuan Press TV di Dekat Betlehem

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:37 WIB

5 Rekomendasi Drakor Komedi Romantis Terbaru Paling Recommended Tahun Ini

5 Rekomendasi Drakor Komedi Romantis Terbaru Paling Recommended Tahun Ini

Entertainment | Rabu, 16 September 2026 | 11:33 WIB

Berapa Harga Somethinc Loose Powder? Tahan Minyak Sampai 16 Jam

Berapa Harga Somethinc Loose Powder? Tahan Minyak Sampai 16 Jam

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 11:31 WIB

Review Practical Magic: The Book of Magic: Saat Perempuan Menulis Takdirnya

Review Practical Magic: The Book of Magic: Saat Perempuan Menulis Takdirnya

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 11:28 WIB

Parfum Apa yang Wanginya Paling Enak? Ini 5 Rekomendasi Produknya di Minimarket

Parfum Apa yang Wanginya Paling Enak? Ini 5 Rekomendasi Produknya di Minimarket

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 11:27 WIB

Tiga Kali Jadi Tersangka KPK, Fahd A Rafiq Terancam Hukuman Maksimal sebagai Residivis

Tiga Kali Jadi Tersangka KPK, Fahd A Rafiq Terancam Hukuman Maksimal sebagai Residivis

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:27 WIB

OKI Kutuk Serangan Bom Drone ke Makkah, Kota Suci Umat Islam

OKI Kutuk Serangan Bom Drone ke Makkah, Kota Suci Umat Islam

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:27 WIB

Era Baru Energi Indonesia, MNK Rokan Jadi Pionir Proyek Pengembangan MNK di Indonesia

Era Baru Energi Indonesia, MNK Rokan Jadi Pionir Proyek Pengembangan MNK di Indonesia

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 11:26 WIB

8 Rekomendasi Helm Half Face Double Visor INK, KYT hingga MDS, Harga Mulai 300 Ribu

8 Rekomendasi Helm Half Face Double Visor INK, KYT hingga MDS, Harga Mulai 300 Ribu

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 11:26 WIB

×