alexametrics

Korea Selatan Laporkan 5 Kasus COVID-19 Varian Omicron, 2 Di Antaranya Sudah Vaksinasi

M. Reza Sulaiman
Korea Selatan Laporkan 5 Kasus COVID-19 Varian Omicron, 2 Di Antaranya Sudah Vaksinasi
Ilustrasi Sebuah Kuil di Seoul, Korea Selatan (Unsplash/Yeo Khee).

Kasus COVID-19 varian Omicron sudah terdeteksi di Korea Selatan. Yang bikin ngeri, kasus juga dilaporkan pada orang yang sudah menerima vaksinasi COVID-19.

Suara.com - Kasus COVID-19 varian Omicron sudah terdeteksi di Korea Selatan. Yang bikin ngeri, kasus juga dilaporkan pada orang yang sudah menerima vaksinasi COVID-19.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDA) mengatakan ini adalah 5 kasus pertama COVID-19 varian Omicron di Korea Selatan.

Temuan itu dilaporkan di tengah lonjakan kasus harian yang memicu kekhawatiran terhadap beban sistem kesehatan di negara itu.

Dua dari lima kasus itu adalah pasangan yang telah divaksin penuh dan dinyatakan positif terinfeksi varian baru tersebut setelah tiba dari Nigeria minggu lalu. Tiga kasus lainnya adalah dua kerabat dan seorang teman dari pasangan tersebut, kata KDCA.

Baca Juga: Update COVID-19 Jakarta 1 Desember: Positif 70, Sembuh 50, Meninggal 0

Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di RPTRA Taman Mandala, Tebet, Jakarta, Senin (29/11/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di RPTRA Taman Mandala, Tebet, Jakarta, Senin (29/11/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Lonjakan kasus dimulai pada awal November setelah negara itu melonggarkan pembatasan.

Munculnya varian baru Omicron mendorong pemerintah Korsel untuk menghentikan rencana pelonggaran aturan lebih lanjut.

Korsel juga mengatakan pada Rabu bahwa konferensi pemelihara perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang semula diharapkan dapat menarik lebih dari 700 orang ke Seoul minggu depan, akan diadakan secara daring.

Negara itu telah menginokulasi lengkap hampir 92 persen penduduk dewasa dan sekarang fokus pada vaksinasi anak-anak dan program booster.

Namun, para ahli memperingatkan bahwa kasus akan terus meningkat sampai orang yang tidak divaksin memperoleh kekebalan alami melalui infeksi.

Baca Juga: Antisipasi Varian Omicron, Pemkab Kulon Progo Pantau Pendatang yang Masuk dari YIA

"Untuk memperlambat laju gelombang infeksi saat ini, pihak berwenang dapat menurunkan jumlah kasus dengan menerapkan kembali pembatasan sosial," kata Jung Jae-hun, seorang profesor pengobatan preventif di Universitas Gachon.

Komentar