Peneliti Unkgap Pemicu Kasus Langka Pembekuan Darah Pada Penerima Vaksin AstraZeneca

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:45 WIB
Peneliti Unkgap Pemicu Kasus Langka Pembekuan Darah Pada Penerima Vaksin AstraZeneca
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

Suara.com - Beberapa waktu lalu sempat ramai dikabarkan bahwa efek samping dari Vaksin Astrazeneca untuk Covid-19 ialah muncul pembekuan darah. Sejak saat itu peneliti terus mencari tahu pemicu kejadian tersebut.

Kini, peneliti percaya bahwa mereka mungkin telah menemukan "pemicu" di balik komplikasi pembekuan darah yang sangat langka yang berasal dari vaksin Oxford AstraZeneca.

Dilansir dari THe Indepenedent, tim peneliti internasional dari Cardiff dan AS, mengungkapkan bahwa reaksi tersebut dapat dilacak pada cara adenovirus yang digunakan oleh vaksin untuk memindahkan materi genetik virus corona ke dalam sel yang berikatan dengan protein spesifik dalam darah. Hal itu dikenal sebagai faktor trombosit 4 (PF4).

Para peneliti berpikir ini dapat memicu reaksi berantai dalam sistem kekebalan. Situasi tersebut dapat berujung pada pengembangan pembekuan darah - suatu kondisi yang dikenal sebagai trombositopenia trombotik imun yang diinduksi vaksin (VITT).

Ilustrasi pembekuan darah [Foto: Antara]
Ilustrasi pembekuan darah [Foto: Antara]

"Kami berharap temuan kami dapat digunakan untuk lebih memahami efek samping langka dari vaksin baru ini – dan berpotensi untuk merancang vaksin baru dan lebih baik untuk mengubah gelombang pandemi global ini," demikian kata peneliti.

Profesor Alan Parker dari Fakultas Kedokteran Universitas Cardiff, mengatakan: “VITT hanya terjadi dalam kasus yang sangat jarang karena rangkaian peristiwa kompleks perlu dilakukan untuk memicu efek samping yang sangat langka ini.

“Data kami mengkonfirmasi PF4 dapat mengikat adenovirus, langkah penting dalam mengungkap mekanisme yang mendasari VITT. Membangun mekanisme dapat membantu mencegah dan mengobati gangguan ini.

“Kami berharap temuan kami dapat digunakan untuk lebih memahami efek samping langka dari vaksin baru ini – dan berpotensi untuk merancang vaksin baru dan lebih baik untuk mengubah gelombang pandemi global ini,” tambahnya.

Ilmuwan dari AstraZeneca juga ambil bagian dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science Advances

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awal Tahun 2022, Novavax Siap Bikin Vaksin COVID-19 Varian Omicron

Awal Tahun 2022, Novavax Siap Bikin Vaksin COVID-19 Varian Omicron

Health | Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:00 WIB

Makin Dekat, Singapura Laporkan Dua Kasus Covid-19 Varian Omicron

Makin Dekat, Singapura Laporkan Dua Kasus Covid-19 Varian Omicron

Health | Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:00 WIB

Di Bali Jokowi Minta Masyarakat Waspadai Virus Covid-19 Varian Omicron

Di Bali Jokowi Minta Masyarakat Waspadai Virus Covid-19 Varian Omicron

Bali | Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:18 WIB

Terkini

Perbandingan Cushion Hanasui vs Glad2Glow Warna Pink, Lengkap dengan Review Pembeli

Perbandingan Cushion Hanasui vs Glad2Glow Warna Pink, Lengkap dengan Review Pembeli

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:41 WIB

Sejoli Kompak Gasak Motor di Kos Cipayung, Sempat Terekam CCTV

Sejoli Kompak Gasak Motor di Kos Cipayung, Sempat Terekam CCTV

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:37 WIB

Cemara: Hamsad Rangkuti dan Seni Menemukan Makna dari Hal-Hal Sepele

Cemara: Hamsad Rangkuti dan Seni Menemukan Makna dari Hal-Hal Sepele

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia

Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak

Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:21 WIB

5.417 Desa Ada di Sumut, 521 Desa Masuk Kategori Sangat Tertinggal

5.417 Desa Ada di Sumut, 521 Desa Masuk Kategori Sangat Tertinggal

Sumut | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:16 WIB

Sering Kagok saat Ada Rintangan Mendadak? Ini 3 Teknik Dasar Berkendara Motor yang Wajib Dikuasai

Sering Kagok saat Ada Rintangan Mendadak? Ini 3 Teknik Dasar Berkendara Motor yang Wajib Dikuasai

Otomotif | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol

Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Hearts2Hearts dan Youth Culture yang Terus Berkembang, dari Gaya Hidup hingga Tren Makanan

Hearts2Hearts dan Youth Culture yang Terus Berkembang, dari Gaya Hidup hingga Tren Makanan

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:12 WIB

Gurihnya Bebek Goreng Mas Budi, Kuliner Lokal Semarang yang Tumbuh Bersama Ekosistem Digital

Gurihnya Bebek Goreng Mas Budi, Kuliner Lokal Semarang yang Tumbuh Bersama Ekosistem Digital

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:05 WIB

×