alexametrics

Rasa Syukur dan Optimisme Berdampak Baik pada Kesehatan dan Mental

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Rasa Syukur dan Optimisme Berdampak Baik pada Kesehatan dan Mental
Ilustrasi bersyukur. (pixabay.com)

Rasa syukur dan optimisme merupakan disposisi psikologis yang menghasilkan manfaat positif.

Suara.com - Sebuah studi global baru yang dilakukan menggunakan data ponsel menunjukkan bahwa bersyukur atas apa yang sudah dimiliki berpotensi meningkatkan kesehatan fisik dan mental.

Studi ini menemukan bahwa orang yang lebih bersyukur memiliki tekanan darah dan detak jantung yang lebih rendah, serta perasaan penghargaan yang lebih besar terhadap orang lain.

Selain rasa syukur, studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Michigan dan University of California, San Francisco, ini juga menunjukkan bahwa optimisme juga bermanfaat bagi kesehatan dan mental.

Menurut Medical Xpress, hasil tersebut diketahui setelah peneliti memeriksa aplikasi ponsel MyBPLab dengan sensor yang tertanam untuk mengukur tekanan darah dan detak jantung 4.825 peserta dari seluruh dunia.

Baca Juga: 4 Dampak Jika Kamu Tak Punya Rasa Syukur dalam Hidup

Ilustrasi bersyukur. [Freepik]
Ilustrasi bersyukur. [Freepik]

Peserta studi juga melaporkan tingkat stres, perilaku kesehatan (seperti tidur dan olahraga), dan apa yang dipikirkann, sebanyak tiga kali sehari selama 21 hari.

Temuan menunjukkan bahwa rasa syukur dan optimisme merupakan disposisi psikologis yang menghasilkan manfaat positif.

"Rasa syukur menyoroti aspek positif hari itu, sedangkan optimisme meminimalkan aspek negatif itu," tulis peneliti.

Menurut penulis utama studi David Newman, temuan ini memberikan kemajuan penting dalam pemahaman orang-orang tentang rasa syukur dan optimisme.

Riset ini dipimpin oleh profesor psikiatri UCSF Wendy Berry Mendes dan terbit di jurnal online Emotion.

Baca Juga: Sebagai Ucapan Rasa Syukur, Ini Bacaan Doa Saat Hujan Deras

Komentar