Waspada! Debu Vulkanik dari Gunung Semeru Rentan Sebabkan Infeksi Pernapasan

M. Reza Sulaiman

Selasa, 07 Desember 2021 | 06:10 WIB
Waspada! Debu Vulkanik dari Gunung Semeru Rentan Sebabkan Infeksi Pernapasan
Ilustrasi-foto rontgen paru-paru, saluran pernapasan. [Shutterstock]

Suara.com - Tidak hanya menyebabkan rumah dan jalan tertutup abu, debu vulkanik yang muncul akibat erupsi Gunung Semeru juga rentan menyebabkan masalah kesehatan, terutama untuk saluran pernapasan.

Dikatakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Ari Fahrial Syam, risiko infeksi pernapasan meningkat pada orang-orang yang terpapar debu vulkanik.

“Efek dari terhirup debu juga bisa muncul dua minggu setelah debu tersebut bertahan dalam sistem pernapasan kita, sehingga menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan bawah,” ujar Ari di Jakarta, mengutip ANTARA.

Dia menambahkan jika kandungan silika terus bertahan di paru-paru dalam jangka panjang, akan menyebabkan silikosis yakni suatu kondisi yang pada akhirnya membuat fungsi paru akan menurun.

Petani membersihkan debu vulkanik letusan Gunung Semeru yang menempel pada tanaman di kebun miliknya di Desa Wonoagung, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (17/1/2021). [ANTARA FOTO/Zabur Karuru]
Petani membersihkan debu vulkanik letusan Gunung Semeru yang menempel pada tanaman di kebun miliknya di Desa Wonoagung, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (17/1/2021). [ANTARA FOTO/Zabur Karuru]

Debu tersebut bisa secara langsung menyebabkan gangguan kesehatan pada mata, kulit maupun saluran pernapasan.

“Fakta yang ada saat ini, memang bahwa debu vulkanik akan menyebabkan perih pada mata dan menimbulkan gangguan pernapasan berupa batuk dan sesak nafas. Pada kulitpun menyebabkan gatal-gatal jika kita terpapar debu vulkanik ini. Debu vulkanik telah menyebabkan jalan-jalan raya di beberapa kota seputar Semeru menjadi licin dan berlumpur setelah hujan tiba dan menyebabkan beberapa kecelakaan,” jelas dia.

Dia menambahkan pertanyaan seputar dampak akan debu itu harus dijawab, serta dilakukan survei kesehatan dan observasi yang terus menerus di rumah sakit dan tempat-tempat pengungsi mengenai kasus-kasus penyakit yang ditemukan.

Sampai sejauh ini jumlah korban meninggal 13 orang dan korban luka umumnya karena luka bakar, akibat semburan debu panas dari erupsi Gunung Semeru.

“Permasalahan kesehatan para pengungsi harus diidentifikasi sehingga langkah-langkah yang tepat harus dilakukan. Permasalahan kesehatan yang muncul seputar pengungsi adalah gangguan fisik maupun psikis. Kondisi pengungsian yang terbatas seperti keterbatasan tempat tidur yang layak, sarana air bersih khususnya untuk mandi, cuci dan kakus yang terbatas jelas akan berdampak bagi kesehatan para pengungsi,” terang dia.

baca juga

Cara Menghindari Papar Debu Vulkanik Akibat Erupsi Gunung Berapi

Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12) sore, menyebabkan hujan abu di sekitar wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Akibatnya, sejumlah daerah terpapar awan panas hingga hujan abu.

Situs National Geographic menyebut abu vulkanik merupakan campuran batuan, mineral, dan partikel kaca yang keluar akibat letusan gunung berapi. Partikelnya sangat keras dan biasanya memiliki tepi bergerigi. Akibatnya, dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, paru-paru, serta masalah pernapasan.

Oleh sebab itu, masyarakat yang berada di sekitar lereng gunung berapi yang sedang erupsi sebaiknya segera menghindari dari hujan abu.

Mengutip dari situs Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat, berikut cara menyelamatkan diri dari hujan abu vulkanik.

Jika Berada di Dalam Rumah

  1. Tetap di dalam rumah, jika masih ada berada dalam jarak aman dengan area gunung berapu. Kemudian, tutup jendela dan pintu dengan rapat.
  2. Kenakan kemeja lengan panjang dan celana panjang. Sebisa mungkin tutupi kulit agar tidak terkena abu.
  3. Gunakan kacamata agar tidak terkena abu.
  4. Jika abu terus turun, Anda tidak dapat terus berlindung di dalam ruangan. Karena beratnya abu dapat meruntuhkan atap gedung dan menghalangi masuknya udara.
  5. Selalu dengarkan saran dari BNPB maupun BPBD untuk meninggalkan area lereng saat hujan abu berlangsung lebih dari beberapa jam.

Jika Berada di Luar Ruangan

  1. Gunakan respirator partikulat, seperti masker N95, untuk mencegah masuknya abu ke saluran pernapasan. Bentuk abu vulkanik sangat kecil, sehingga perlu proteksi ketat.
  2. Jika tidak memiliki respirator partikulat, Anda dapat melindungi diri sendiri dengan menggunakan masker debu sebagai upaya terakhir. Tapi upayakan jangan terlalu lama berada di luar ruangan saat terpapar abu vulkanik.
  3. Matikan mesin kendaraan apa pun.
  4. Hindari mengemudi saat hujan abu masih lebat. Mengemudi akan menimbulkan abu yang dapat menyumbat mesin dan menghentikan kendaraan.
  5. Apabila terjebak hujan abu saat sedang mengemudi, tutup rapat jendela mobil dan matikan sistem pendingin udara. Sebab, mengoperasikan sistem pendingin udara akan membawa masuk udara luar dan abu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru

Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru

Foto | Senin, 20 April 2026 | 19:19 WIB

Bertaruh Nyawa di Arus Lahar Semeru, Aksi Heroik Polisi Lumajang Gendong Siswa SD Demi Bisa Sekolah

Bertaruh Nyawa di Arus Lahar Semeru, Aksi Heroik Polisi Lumajang Gendong Siswa SD Demi Bisa Sekolah

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:49 WIB

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 600 Meter

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 600 Meter

Foto | Rabu, 25 Februari 2026 | 20:07 WIB

Gunung Semeru Lima Kali Erupsi Hari Ini, PVMBG Ungkap Lima Titik Waspada

Gunung Semeru Lima Kali Erupsi Hari Ini, PVMBG Ungkap Lima Titik Waspada

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 21:48 WIB

Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak

Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 08:24 WIB

Aktivitas Semeru Kembali Meningkat, Dua Kali Erupsi di Kamis Pagi

Aktivitas Semeru Kembali Meningkat, Dua Kali Erupsi di Kamis Pagi

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 11:48 WIB

Semeru Muntahkan Awan Panas 4 KM, Kolom Abu Kelabu Membumbung Tinggi, Status Siaga

Semeru Muntahkan Awan Panas 4 KM, Kolom Abu Kelabu Membumbung Tinggi, Status Siaga

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 17:25 WIB

Aktivitas Erupsi Masih Tinggi, Semeru Alami Puluhan Gempa Letusan dalam Enam Jam

Aktivitas Erupsi Masih Tinggi, Semeru Alami Puluhan Gempa Letusan dalam Enam Jam

News | Senin, 05 Januari 2026 | 10:19 WIB

Banjir Lahar Hujan Semeru Kepung Permukiman, Ratusan Warga Terisolasi

Banjir Lahar Hujan Semeru Kepung Permukiman, Ratusan Warga Terisolasi

Foto | Senin, 08 Desember 2025 | 19:17 WIB

12 Gejala Penyakit ISPA yang Wajib Diwaspadai, Serang Korban Banjir Sumatra

12 Gejala Penyakit ISPA yang Wajib Diwaspadai, Serang Korban Banjir Sumatra

Health | Senin, 08 Desember 2025 | 14:16 WIB

Terkini

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:19 WIB

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:15 WIB

Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil

Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:01 WIB

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:54 WIB

Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan

Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:42 WIB

Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?

Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:27 WIB

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:25 WIB

PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan

PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:19 WIB

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:13 WIB

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:10 WIB

×