Varian Omicron Bisa Sebabkan Batuk, Ini Bedanya dengan Varian Virus Corona Lain!

Selasa, 07 Desember 2021 | 09:41 WIB
Varian Omicron Bisa Sebabkan Batuk, Ini Bedanya dengan Varian Virus Corona Lain!
Batuk kering, varian Omicron. (Shutterstock)

Suara.com - Sejauh ini, para ahli medis hanya mengetahui bahwa gejala varian Omicron sedikit berbeda dengan varian virus corona sebelumnya.

Pasien di Afrika Selatan yang terinfeksi varian Omicron mengaku mengalami kelelahan ekstrim, nyeri otot ringan, tenggorokan gatal dan batuk kering.

Sedangkan, hanya segelintir pasien varian Omicron yang mengalami demam agak tinggi. Padahal sebelumnya, demam tinggi termasuk gejala umum virus corona.

Angelique Coetzee, ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, mengatakan dirinya telah melihat sekitar 30 pasien yang positif virus corona Covid-19 selama 10 hari terakhir, tapi mengalami gejala yang tidak biasa.

Adapun, tiga gejala varian Omicron lainnya yang terlihat berbeda dengan varian virus corona lainnya, yakni:

Ilustrasi virus Corona Covid-19, varian Omicron. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19, varian Omicron. (Dok. Envato)
  1. Demam
  2. Keringat malam
  3. Sakit di sekujur tubuh

Karena varian Omicron ini lebih berisiko memicu batuk kering, Anda perlu memahami cara membedakan batuk kering akibat varian Omicron atau lainnya.

Secara umum dilansir dari Express, infeksi virus corona Covid-19 bisa membuat seseorang batuk kering karena paru-parunya sudah teriritasi.

Batuk kering ini termasuk gejala varian Omicron yang sulit dideteksi, karena kondisi ini bisa diperngaruhi oleh banyak faktor lainnya.

Sebuah laporan Februari 2020 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di China pertama kali menemukan sekitar 68 persen orang dengan virus corona Covid-19 mengembangkan batuk kering.

Baca Juga: Rusia dan Argentina Laporkan Kasus COVID-19 Varian Omicron Pertama

Batuk kering adalah kondisi ketika Anda batuk, tetapi tidak ada dahak atau lendir yang keluar.

Sedangkan, mialgia merupakan nyeri otot yang bisa mempengaruhi ligamen, tendon, fasia, jaringan lunak yang menghubungkan otot, tulang dan organ.

Menurut Dr Richard Watkins, dokter penyakit menular dan profesor penyakit dalam di Northeast Ohio Medical University, infeksi virus bisa menyebabkan nyeri otot sebagai efek samping tubuh yang berusaha mengaktifkan respons imun.

"Kondisi ini disebabkan oleh sel-sel sistem kekebalan yang melepaskan interleukin, yakni protein yang membantu dalam memerangi patogen yang menyerang," kata Dr Richard.

Varian Omicron mengandung sejumlah mutasi pada protein lonjakannya, yang berada di bagian luarnya. Melalui protein lonjakan pada lapisan luar virus itulah virus masuk ke dalam sel-sel tubuh.

Seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sebagian besar kasus infeksi ringan biasanya tidak menyebabkan rawat inap dan kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI