Baik Untuk Kesehatan Mental, Ini Manfaat Lain Ambil Cuti Bagi Pekerja

Rabu, 08 Desember 2021 | 14:05 WIB
Baik Untuk Kesehatan Mental, Ini Manfaat Lain Ambil Cuti Bagi Pekerja
ilustrasi cuti. (pixabay.com).

Suara.com - Banyak orang mendedikasikan hidupnya untuk bekerja. Tapi, seringkali mereka tidak sadar bahwa bekerja dengan waktu yang panjang juga berdampak pada kondisi fisik dan mental.

Oleh sebab itu, penting untuk ambil jeda dengan menafaatkan cuti.  Dengan mengambil libur cuti, kamu bisa istirahat sejenak dari segala pekerjaan dan tanggung jawab kantor.

 Selain itu, cuti dapat membantu kembali menjadi produktif. Hal tersebut juga diungkap oleh Psikolog Klinis dari IWill, Roopali Shrivastava, yang dilansir dari Healthshots.

“Ada banyak alasan mengapa seseorang perlu mengambil cuti dari pekerjaannya. Saat ini, banyak pengusaha yang menyadari pentingnya cuti dari pekerjaan, serta bagaimana istirahat dapat meningkatkan kapasitas karyawan mereka,” ungkap Roopali.

Ilustrasi kalender, ilustrasi hari libur, ilustrasi cuti bersama (elements envato)
Ilustrasi kalender, ilustrasi hari libur, ilustrasi cuti bersama (elements envato)

Saat seseorang bekerja dalam jangka waktu yang panjang, apalagi jika tidak punya kualitas tidur yang cukup dan jarang berolahraga, bukan tidak mungkin lagi jika kondisi tersebut bisa memperburuk kesehatan fisik dan mental. Bahkan, kondisi ini akan membuat sulit bekerja.

“Dengan istirahat, ini dapat membantu pada tingkat individu dan organisasi. Dengan mengambil cuti sesekali, pekerja dapat mengurangi stres dan meningkatkan kebahagiaan mereka. Dan ini akan mengarah pada peningkatan produktivitas, serta pengurangan pergantian staf,” lanjutnya.

“Manfaat mengambil cuti tentu dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental yang baik di tempat kerja. Juga meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja, dan mengurangi stres dan hari libur yang tidak dijadwalkan,” tambah Roopali.

Pada tingkat individu, cuti sesekali tidak hanya membantu mengurangi stres, tetapi juga dapat menurunkan risiko dari kecemasan dan depresi. Efek positifnya, ini akan meningkatkan suasana hati Anda dan membantu meredakan hubungan sosial.

“Tentu ini akan meningkatkan produktivitas dan juga fokus, yang memungkinkan Anda jatuh cinta dengan pekerjaan Anda dan memungkinkan Anda untuk melangkah mundur, mengambil stok, dan memastikan pekerjaan dan kehidupan pribadi selaras dengan nilai dan aspirasi Anda,” pungkas Roopali.

Baca Juga: Duck Syndrome: Gejala dan Cara Mengatasinya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI