alexametrics

Punya Anak setelah Usia 30 Tahun, Ini 3 Dampak Baik dan Buruknya

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Punya Anak setelah Usia 30 Tahun, Ini 3 Dampak Baik dan Buruknya
Ilustrasi hamil (unsplash)

Ada beberapa dampak baik dan buruk memiliki anak setelah usia 30 tahun.

Suara.com - Dahulu, sebagian besar wanita ingin nikah muda dan segera memiliki anak sebelum usia 30 tahun. Tapi sekarang, sudah banyak wanita yang nyaman meniti karir dan mungkin berencana menikah setelah usia 30 tahun.

Menikah sebelum atau sesudah usia 30 tahun adalah pilihan setiap orang yang tidak ada salah atau benar. Tapi, memiliki anak sebelum atau sesudah usia 30 tahun pasti juga akan memberikan pengalaman berbeda.

Beberapa ahli pun mendukung wanita untuk memiliki anak setelah usia 30 tahun, tapi ada pula yang menjelaskan dampak buruknya.

Karena, fakta bahwa memiliki anak seiring bertambahnya usia yang semakin tua akan berdampak pada perkembangan anak itu tidak bisa dihindari.

Baca Juga: Dokter Temukan Antibodi Virus Corona Bertahan Dalam ASI selama 10 Bulan

Berikut dilansir dari Times of India, beberapa kelebihan dan kekurangan memiliki anak sebelum atau sesudah usia 30 tahun.

ilustrasi keguguran [shutterstock]
ilustrasi keguguran [shutterstock]

1. Keguguran

Ilmu pengetahuan populer menunjukkan bahwa pasangan yang memiliki anak di usia 20 tahun lebih berisiko rendah keguguran dan bayi lahir cacat. Karena, sistem reproduksi pria dan wanita usia 20-an masih berfungsi secara efisien.

Setelah usia 40-an, pria akan mengalami penurunan jumlah dan kualitas sperma. Begitu pula wanita yang akan mengalami penurunan jumlah dan kualitas sel telur. Kondisi metabolisme tambahan seperti tekanan darah tinggi dan diabetes membuatnya lebih sulit untuk hamil.

2. Perkembangan mental anak

Baca Juga: Studi: Virus Corona Varian Omicron Punya Risiko Infeksi Ulang 2,4 kali Lebih Tinggi

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa usia ibu yang lebih tua bisa menyebabkan penurunan hasil neurokognitif.

Menurut penelitian yang dilakukan tahun 2009, ayah yang berusia cukup tua salah satu faktor anak-anak mengalami penurunan hasil neurokognitif selama masa bayi dan kanak-kanak.

Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Psychiatry menyarankan usia ayah juga dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko autisme pada anak-anak.

3. Kesehatan mental anak-anak

Masalah biologi memang salah satu hal yang dikhawatirkan orang tua yang lebih tua. Tapi, memiliki anak di usia mendatang bisa menjadi pilihan terbaik jika menyangkut kesehatan mental.

Studi yang berbeda menunjukkan bahwa anak-anak dari orang tua yang lebih tua memiliki dampak negatif yang lebih sedikit pada kesejahteraan mental mereka. Kondisi ini lebih sering terjadi pada ayah yang lebih tua.

Dalam kasus ibu yang lebih tua, kondisi ini tidak memberikan keuntungan psikososial pada anak. Studi memang menunjukkan bahwa ibu yang lebih tua justru lebih dewasa, berpendidikan dan tidak mengalami perilaku berisiko selama kehamilan.

Komentar