4 Cara Mengobati Ambeien secara Alami

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Kamis, 09 Desember 2021 | 15:56 WIB
4 Cara Mengobati Ambeien secara Alami
Ilustrasi wasir, sulit BAB, diare. (Shutterstock)

Suara.com - Ambeien merupakan pembengkakan pembuluh darah di bagian bawah rektum dan anus. Terkadang, dinding pembuluh darah ini meregang sangat tipis sehingga pembuluh darah menonjol dan teriritasi, terutama saat Anda buang air besar. Lantas, bagaimana cara mengobati ambeien?

Diketahui, ambeien dikenal juga dengan sebutan wasir. Ambeien ini menjadi salah satu penyebab yang paling umum dari pendarahan dubur.

Penyebab Ambeien

Anda mungkin lebih mungkin terkena ambeien jika ada anggota keluarga Anda yang terkena ambeien. Selain ada juga penyebab lainnya terkena ambeien. Melansir dari berbagai sumber, adapun penyebabnya yaitu sebagai berikut:

  • Dorongan yang kuat saat buang air besar
  • Mengejan saat Anda melakukan sesuatu yang berat secara fisik, seperti mengangkat sesuatu yang berat
  • Berat badan ekstra atau obesitas
  • Kehamilan, ketika rahim Anda yang tumbuh menekan pembuluh darah
  • Diet rendah serat
  • Seks anal
Ilustrasi perempuan merasakan ambeien nyeri saat duduk. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan merasakan ambeien nyeri saat duduk. (Shutterstock)

Cara Mengobati Ambeien

Biasanya, gejala ambeien akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu. Namun, biasanya akan menyebabkan ketidaknyamanan ringan hingga berat setelahnya.

Berikut ini beberapa cara mengobati ambeien yang dapat membantu mengurangi gejalanya, melansir dari situs Healthline, Kamis (9/12/2021).

1. Mandi air hangat dicampur garam Epsom

Mandi menggunakan air hangat dianggap mampu membantu menyembuhkan iritasi akibat ambeien. Cobalah mandi air hangat yang dicampur garam Epsom sekitar 20 menit setelah setiap buang air besar. Cara ini memberikan kenyamanan dan mengurangi rasa sakit.

2. Kompres dingin

Cara berikutnya bisa dengan mengoleskan kompres es atau kompres dingin ke anus untuk meredakan pembengkakan selama 15 menit. Untuk ambeien akut, kompres dingin ini bisa menjadi pengobatan alternatif yang sangat efektif.

Pastikan es dibungkus menggunakan handuk atau kain. Pastikan untuk tidak mengoleskan es secara langsung ke kulit, karena dapat merusak kulit.

3. Lidah buaya

Salah satu cara obati gejala ambeien berikutnya yaitu menggunakan gel lidah buaya. Gel lidah buaya ini mengandung antiinflamasi yang membantu meminimalisir iritasi. Meski belum terbukti secara klinis, namun sejumlah ahli kesehatan menyampaikan bahwa gel lidah buaya aman digunakan sebagai obat untuk penderita ambeien.

4. Minyak Kelapa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah BAB Sembarangan Masih Menghantui Indonesia?

Benarkah BAB Sembarangan Masih Menghantui Indonesia?

Your Say | Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:09 WIB

5 Masalah Saat Buang Air Besar yang Jadi Tanda Penyakit

5 Masalah Saat Buang Air Besar yang Jadi Tanda Penyakit

Health | Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:02 WIB

Jangan Terlalu Lama Duduk di Toilet Saat BAB, Ini Risikonya Bagi Kesehatan

Jangan Terlalu Lama Duduk di Toilet Saat BAB, Ini Risikonya Bagi Kesehatan

Health | Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:30 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB