alexametrics

Cek Sekarang! Ini Ciri Tahi Lalat yang Berpotensi Jadi Kanker Kulit

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Cek Sekarang! Ini Ciri Tahi Lalat yang Berpotensi Jadi Kanker Kulit
Ilustrasi tahi lalat. (Shutterstock)

Dokter spesialis penyakit dalam prof. dr. Zubairi Djurban menjelaskan bahwa tahi lalat bisa muncul akibat pertumbuhan melanosit di kulit.

Suara.com - Tahi lalat dibagian kulit yang terbuka seperti wajah, terkadang terasa menganggu bagi yang mengalaminya. Keberadaan tahi lalat juga bisa jadi mengkhawatirkan jika disadari makin membesar bahkan menimbulkan bercak kemerahan di kulit. 

Dokter spesialis penyakit dalam prof. dr. Zubairi Djurban menjelaskan bahwa tahi lalat bisa muncul akibat pertumbuhan melanosit di kulit. Melanosit adalah sel-sel pada lapisan kulit yang akan memproduksi melanin (pigmen pemberi warna pada kulit, rambut, dan mata). Jika terkena sinar matahari, melanin akan membuat kulit berwarna lebih gelap. 

"Umumnya, tahi lalat muncul pada usia 6-12 bulan dan akan bertambah banyak seiring pertambahan usia. Kemudian berhenti pada usia 40," jelas dokter Zubairi, dikutip dari rulisannya di Twitter, Kamis (9/12/2021).

tahi lalat
tahi lalat

Ada dua faktor yang bisa mempengaruhi tumbuhnya tahi lalat. Yakni, faktor genetik dan paparan sinar matahari. Oleh karena itu, tahi lalat biasanya ada pada daerah kulit yang terkena sinar matahari.

Baca Juga: Bukan Kemoterapi, Cara Ini Dinilai Lebih Minim Efek Samping dalam Mengobati Kanker

Dokter Zubairi menjelaskan bahwa tahi lalat yang sering berubah jadi kanker kulit merupakan tahi lalat yang punya tepi tidak beraturan dan batas sekitar yang tidak tegas. Tahi lalat seperti itu juga dapat ditemui pada daerah-daerah yang tidak terpapar sinar matahari. Seperti kulit sekitar pinggang, payudara, dan bokong.

"Tanda lain yang mengarah ke kanker adalah tahi lalat itu cenderung tidak rata. Kemudian memiliki warna berbeda, tidak seperti tahi lalat jinak yang biasanya cuma satu warna. Bisa merah atau kebiruan," jelasnya.

Secara normal, tahi lalat memang dapat berubah dari yang semula datar menjadi timbul. Atau yang semula sudah menonjol, menjadi makin besar. Namun, membesarnya tahi lalat bisa jadi normal, tapi bisa juga kelainan yang berpotensi kanker.

"Maka itu perlu diperhatikan, apakah di kulit Anda ada tanda-tanda yang seperti disebutkan tadi. Jika iya, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter. Untuk kepastiannya lagi, tahi lalat tersebut dapat dibiopsi," pungkasnya.

Baca Juga: 5 Manfaat Daun Kale Bagi Kesehatan, Salah Satunya Mengurangi Risiko Kanker

Komentar