alexametrics

Perempuan Wajib Tahu, Ini Kesalahan Pakai Celana Dalam yang Bikin Infeksi Vagina

Bimo Aria Fundrika
Perempuan Wajib Tahu, Ini Kesalahan Pakai Celana Dalam yang Bikin Infeksi Vagina
Ilustrasi celana dalam. (Shutterstock)

Dr Uma Vaidyanathan, Konsultan Senior Obs and Gynae, Rumah Sakit Fortis, Shalimar Bagh mengatakan bahwa kesalahan dalam menggunakan celana dalam berisiko picu infeksi.

Suara.com - Sejumlah perempuan kerap mengalami infeksi hingga bercak di sekitar celana dalam. Kondisi itu menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran banyak perempuan.

Dilansir dari Healthshots, Dr Uma Vaidyanathan, Konsultan Senior – Obs and Gynae, Rumah Sakit Fortis, Shalimar Bagh mengatakan bahwa kesalahan dalam menggunakan celana dalam berisko memicu situasi tersebut.

Berikut ini kesalahan pakaian dalam yang buruk bagi kesehatan vagina dan keseluruhan

Jangan gunakan pakaian dalam sintetis

Baca Juga: Viral Cewek Hadiahi Pacar Boxer Anti Selingkuh, Gambarnya Bikin Melongo

Pakaian dalam harus selalu terbuat dari katun. Renda dan kain sintetis lainnya mungkin tampak cantik, tetapi mereka mudah menyerap keringat dan tidak menyerap keringat. Ini mengubah pakaian dalam Anda menjadi tempat berkembang biaknya bakteri di sekitar area pribadi, menyebabkan iritasi kulit dan berbagai infeksi.

Hindari pakaian dalam yang ketat

Ilustrasi lelaki memegang celana dalam perempuan_Shutterstock
Ilustrasi lelaki memegang celana dalam perempuan_Shutterstock

Kenakan pakaian dalam yang pas. Pakaian ketat dan bagian dalam berenda dapat menyebabkan iritasi di sepanjang lipatan kulit bagian pribadi Anda, yang menyebabkan peningkatan kemungkinan infeksi vulvovaginal dan kondisi menyakitkan yang disebut vulvodynia, yang dapat mengganggu kehidupan seks Anda.

Hindari shapewear

Cobalah untuk menjauh dari shapewear karena memiliki banyak risiko. Dr Vaidyanathan menyarankan, “Mengenakan shapewear sesekali agar terlihat bagus tidak apa-apa. Tetapi memakainya secara teratur akan menekan tubuh Anda dan memberi tekanan ekstra pada kandung kemih Anda, yang berarti Anda harus lebih sering ke kamar mandi.

Baca Juga: Pemuda Ditegur Karena Mau Salat Pakai Celana Robek, Solusinya Bikin Terenyuh

Ini dapat menyebabkan kompresi saraf yang, dalam skenario terburuk, dapat menyebabkan nyeri panggul dan tungkai bawah dan punggung yang tahan lama.

Ganti secara teratur

Ganti pakaian dalam Anda secara teratur, atau jika Anda sedang menstruasi dan menggunakan pembalut, gantilah dua kali sehari. Sekresi vagina dan vulva di pakaian dalam menjadi lahan subur untuk infeksi.

Cuci pakaian dalam dengan benar

Cuci dengan air hangat dan hindari menggunakan pelembut kain atau deterjen beraroma, saat membersihkannya. Pastikan pakaian dalam Anda benar-benar kering sebelum Anda memakainya. Penelitian telah menunjukkan bahwa jumlah bakteri pada pakaian dalam berbanding terbalik dengan lamanya waktu pengeringan udara.

Jangan abaikan noda pakaian dalam

Keputihan yang jernih hingga putih adalah normal, tetapi ketika noda berubah menjadi hijau atau bercampur darah, atau terlihat seperti keputihan yang kental dengan bau busuk, mungkin sudah waktunya untuk menemui dokter kandungan Anda. Selain itu, buang pakaian jika noda keras tetap ada bahkan setelah dicuci dengan baik.

Komentar