Temuan Baru: Varian Omicron Picu Rasa Sakit dan Nyeri di Tubuh

Senin, 13 Desember 2021 | 16:16 WIB
Temuan Baru: Varian Omicron Picu Rasa Sakit dan Nyeri di Tubuh
Ilustrasi virus corona Covid-19, varian Omicron (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Varian Omicron cukup ditakuti karena memiliki lebih dari 30 mutasi pada protein lonjakannya. Hal ini bisa membuat virus sangat mudah menular dan kebal dari vaksin Covid-19.

Para ahli pun terus memperluas pemahamannya mengenai varian Omicron tersebut. Seorang dokter telah emnemukan bahwa nyeri tubuh bisa menjadi tanda infeksi varian Omicron.

Dr. Unben Pillay, dari Departemen Kesehatan Afrika Selatan, mengatakan banyak pasien yang terinfeksi varian Omicron mengeluhkan nyeri tubuh. Ia juga yang melaporkan bahwa varian baru virus corona ini bisa menyebabkan keringat malam.

Dr. Unben Pillay mencatat bahwa pasien virus corona Covid-19 yang sudah vaksinasi biasanya jauh lebih baik atau tidak mengalami gejala parah ketika tertular varian Omicron.

Nyeri tubuh adalah gejala umum infeks virus, karena tubuh menggunakan peradangan untuk melawan infeksi atau patogen lainnya.

Ilustrasi penularan virus corona Covid-19, varian Omicron. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona Covid-19, varian Omicron. [Shutterstock]

"Beberapa orang mengalami rasa sakit meluas di seluruh tubuh yang datang dan pergi ketika pulih," kata NHS dikutip dari Express.

Laporan infeksi dari varian virus corona sebelumnya menggambarikan rasa sakit parah di bahu dan lengan setelah tertular virus corona.

Masalah-masalah ini sering terjadi bersamaan dengan kekakuan pada lengan dan kelemahan pada beberapa otot.

"Tapi, masalah ini biasanya membaik cukup cepat. Meski begitu, Anda harus konsultasi dengan dokter bila menimbulkan masalah parah," kata NHS.

Baca Juga: Dokter Top AS: Virus Corona Varian Omicron Bisa Menghindar dari Perlindungan Vaksin

Beberapa orang juga memiliki perasaan aneh atau berubah seperti mati rasa atau kesemutan dan kelemahan di lengan atau kaki mereka.

Temuan terbaru yang dirilis oleh CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) ini telah menguraikan profil gejala varian Omicron, yang menunjukkan batuk, kelelahan dan hidung tersumbat sebagai gejala umumnya.

Temuan ini muncul setelah para ilmuwan memperingatkan adanya gelombang infeksi virus corona dan kematian akibat virus tersebut.

Gejala varian Omicron yang ringan sekarang ini berpotensi memicu penyebaran virus, karena orang lebih cenderung mengabaikan gejalanya sebagai pilek.

"Saat ini, kami memperkirakan bahwa antara satu dan tiga dan satu dari empat kasus pilek sebenarnya disebabkan oleh Covid-19," katanya.

Para peneliti telah menegaskan kembali pentingnya vaksinasi dalam menghadapi penyebaran varian Omicron. Karena, cara ini merupakan peluang terbaik untuk mencegah rawat inap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI