facebook

Cegah Varian Omicron Meluas, Australia Percepat Pemberian Vaksin Booster

M. Reza Sulaiman
Cegah Varian Omicron Meluas, Australia Percepat Pemberian Vaksin Booster
Ilustrasi Vaksin booster (dok. Envato)

Pemberian vaksin booster dilakukan oleh sejumlah negara untuk mencegah meluasnya penularan COVID-19 varian Omicron, termasuk Australia.

Suara.com - Pemberian vaksin booster dilakukan oleh sejumlah negara untuk mencegah meluasnya penularan COVID-19 varian Omicron, termasuk Australia.

Mengutip ANTARA, Australia mengubah peraturan pemberian vaksin booster yang tadinya 6 bulan usai dosis kedua, menjadi 5 bulan.

Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt menyebutkan bahwa waktu jeda yang dipersingkat merupakan upaya melindungi warga dari ancaman varian Omicron.

"Dosis booster, lima bulan atau lebih sesudah dosis kedua, akan memastikan bahwa perlindungan dari vaksin utama bahkan lebih kuat dan lebih tahan lama serta akan membantu mencegah penyebaran virus," kata Hunt melalui email.

Baca Juga: IDAI Akan Buat Petunjuk Teknis Cara Skrining Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun

ilustrasi vaksin booster. [Envato]
ilustrasi vaksin booster. [Envato]

"Data dari Israel menunjukkan booster mendukung penurunan tingkat infeksi pada kelompok-kelompok usia rentan, penyakit parah di kalangan usia 40 tahun ke atas dan kematian di kalangan lansia 60 tahun lebih".

Australia akan memakai vaksin COVID-19 buatan Pfizer dan Moderna dalam program booster.

Australia merupakan salah satu negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi, dengan sekitar 90 persen orang berusia 16 tahun ke atas sudah menerima vaksin lengkap.

Otoritas pada Sabtu mencatat 1.753 kasus harian COVID-19, naik sekitar tiga persen dalam sepekan terakhir sekaligus jumlah harian tertinggi sejak 29 Oktober.

Varian Omicron Baru Sulit Dideteksi?

Baca Juga: Belum Capai Target, Pemprov Lampung Kejar Vaksinasi Lansia dan Dosis Pertama

Ancaman varian Omicron ditanggapi serius oleh berbagai negara, karena risikonya yang lebih besar. Diyakini, Omicron lebih sulit terdeteksi daripada varian COVID-19 lainnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar