Benarkah Ada Obat dan Pijat Pembesar Penis? Dokter Ingatkan Ancaman Komplikasi

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 16 Desember 2021 | 19:05 WIB
Benarkah Ada Obat dan Pijat Pembesar Penis? Dokter Ingatkan Ancaman Komplikasi
Ilustrasi ukuran penis. (Shutterstock/Kenishirotie)

Suara.com - Di media sosial banyak penawaran obat pembesar penis, bahkan beberapa iklan layanan pijat penis agar lebih besar dan panjang.

Tapi sebenarnya dalam kacamata medis, bagaimana para dokter menanggapi praktik obat pembesar penis dan pijat penis ini?

Diungkap Dokter Spesialis Andrologi Urologi Eka Hospital Bekasi, dr. Widi Atmoko, Sp.U(K) menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak ada obat yang bisa membesarkan dan memanjangkan penis.

"Seperti yang tadi dipaparkan, sejauh ini belum ada bahkan obat yang memperbesar, apalagi diminum bisa menambah ukuran," terang dr. Widi dalam acara diskusi SehatQ bersama Eka Hospital Group, Rabu (15/12/2021).

Nomor sepatu disebut bisa memprediksi ukuran Mr. P (Shutterstock)
Nomor sepatu disebut bisa memprediksi ukuran Mr. P (Shutterstock)

Alih-alih obat pembesar penis, justru dr. Widi mengatakan di dunia medis ada yang disebut dengan obat disfungsi ereksi (gangguan ereksi), yang membuat ereksi lebih lama, termasuk obat yang mengatasi ejakulasi dini.

"Obat ada penyembuh ereksi, tapi tidak ada sifatnya yang menambah ukuran, apalagi menambah besar, itu tidak ada," tegas dr. Widi.

Hal senada juga disampaikan Spesialis Trauma dan Rekonstruksi, dr. Gampo Alam Irdam, Sp.U (K) bahwa terlepas dari ada tidaknya obat pembesar penis, ia mengingatkan bahaya ancaman komplikasi.

Ini karena obat medis jika dirasa tidak diperlukan akan dianggap benda asing, dan menyebabkan reaksi lain dari tubuh.

"Bisa menyebabkan reaksi lain, malah mendapatkan hasil yang tidak diinginkan. Kebanyakan komplikasi yang didapatkan karena ada di tubuh kita untuk melawan bahan asing yang dimasukan atau diaplikasikan ke penis tersebut," jelas dr. Gampo yang berpraktik di RS Eka Hospital Cibubur.

baca juga

Hal yang sama juga berlaku pada layanan pijat pembesar penis, yang juga sama-sama menggunakan benda asing, dan tidak ada manfaat kesehatan yang didapatkan dari layanan tersebut.

"Ada prosedur di Timur Tengah, dikatakan bisa memperpanjang hanya secara temporer, tapi untuk secara jangka panjang, dia tidak ada efek positifnya," tutup dr. Gampo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Buried Penis, Saat Mr P Lelaki 'Tertimbun' Lemak Perut

Mengenal Buried Penis, Saat Mr P Lelaki 'Tertimbun' Lemak Perut

Health | Kamis, 16 Desember 2021 | 07:15 WIB

Densus 88 Tangkap 4 Orang Terduga Teroris di Palembang dan Lubuklinggau, Jaringan JI

Densus 88 Tangkap 4 Orang Terduga Teroris di Palembang dan Lubuklinggau, Jaringan JI

Sumsel | Senin, 13 Desember 2021 | 18:44 WIB

Hits: Kunyah Permen Karet Cegah Covid-19 Hingga Penis Patah Saat Berhubungan Seksual

Hits: Kunyah Permen Karet Cegah Covid-19 Hingga Penis Patah Saat Berhubungan Seksual

Health | Rabu, 24 November 2021 | 21:42 WIB

Terkini

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 12:02 WIB

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Malang | Minggu, 13 September 2026 | 12:01 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:57 WIB

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lampung | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 11:55 WIB

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat

Bekaci | Minggu, 13 September 2026 | 11:53 WIB

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:53 WIB

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas

Bogor | Minggu, 13 September 2026 | 11:50 WIB

Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?

Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:50 WIB

×