Studi di Afrika Selatan Buktikan Omicron Mampu Menembus Tubuh Orang yang Sudah Dibooster

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 17 Desember 2021 | 09:43 WIB
Studi di Afrika Selatan Buktikan Omicron Mampu Menembus Tubuh Orang yang Sudah Dibooster
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Suara.com - Muncul kekhawatiran virus corona varian Omicron dapat menembus perlindungan vaksin Covid-19, termasuk vaksin booster.

Ini terjadi karena lewat penelitian kecil di Afrika Selatan terhadap tujuh kasus varian Omicron, menunjukan varian baru virus corona tersebut mampu menembus perlindungan vaksin booster Covid-19.

Tujuh kasus Omicron ini terdeteksi pada tujuh pendatang dari Jerman ke Cape Town, berusia antara 25 hingga 39 tahun. Ketujuh orang ini terinfeksi pada akhir November hingga awal Desember lalu.

Ditemukan ketujuh orang ini semuanya hanya menderita gejala ringan hingga sedang, dan tidak ada yang perlu dirawat di rumah sakit.

Adapun dari tujuh kasus itu, semuanya sudah divaksinasi lengkap, sekaligus sudah mendapatkan dosis vaksin booster.

Rinciannya, enam orang sudah vaksinasi lengkap menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech.

Dari enam orang itu lima orang diantaranya mendapatkan booster vaksin Pfizer. Lalu satu orang sudah vaksinasi lengkap dengan Pfizer, menerima booster vaksin Moderna.

Lalu satu orang orang sudah menerima vaksinasi lengkap dengan AstraZeneca, ditambah booster dengan vaksin Pfizer.

Sedangkan ketujuh orang yang terinfeksi varian Omicron ini, sebelumnya belum pernah terinfeksi Covid-19. Infeksi diperkirakan terjadi antara satu hingga dua bulan setelah menerima suntikan booster.

Mengutip Channel News Asia, Jumat (17/12/2021), salah satu peneliti, Wolfgang Preiser, Ahli virologi Universitas Stellenbosch mengatakan bahwa penelitian ini sedang ditinjau oleh rekan peneliti sejawat.

Ia juga menyebutkan bahwa penelitian ini menunjukan bahwa infeksi varian Omicron masih bisa terjadi dan menimbulkan gejala (simtomatik), meskipun telah mendapatkan vaksinasi booster.

Meski begitu, studi global yang jauh lebih besar dengan 581 partisipan Inggris menunjukan vaksin booster secara signifikan mampu memberikan perlindungan gejala ringan yang sebabkan varian Omicron.

Tapi hasil penelitian juga menunjukan varian Omicron bisa menurunkan efektivitas vaksin. Apalagi Omicron lebih mudah menular, karena bisa menyebar dengan cepat.

"Vaksin masih bisa melindungi dari dampak penyakit yang parah dan menyebabkan kematian, kami cukup yakin dengan itu," terang Preiser.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RSDC Wisma Atlet Kemayoran "Isolasi" 7 Hari Akibat Kemunculan Varian Omicron

RSDC Wisma Atlet Kemayoran "Isolasi" 7 Hari Akibat Kemunculan Varian Omicron

Health | Jum'at, 17 Desember 2021 | 09:40 WIB

Usai Arahan Presiden, Wali Kota Tangerang Gelar Rapat Antisipasi Pencegahan Kasus Omicron

Usai Arahan Presiden, Wali Kota Tangerang Gelar Rapat Antisipasi Pencegahan Kasus Omicron

Banten | Jum'at, 17 Desember 2021 | 09:34 WIB

Omicron Masuk Jakarta Melalui WNA, Tangis Nia Ramadhani

Omicron Masuk Jakarta Melalui WNA, Tangis Nia Ramadhani

Jakarta | Jum'at, 17 Desember 2021 | 09:05 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB