India Buat Alat Tes Covid-19 Pendeteksi Varian Omicron dalam 90 Menit

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 17 Desember 2021 | 18:22 WIB
India Buat Alat Tes Covid-19 Pendeteksi Varian Omicron dalam 90 Menit
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Suara.com - Para peneliti di Institut Teknologi India (IIT) Delhi telah mengembangkan tes Covid-19 yang bisa membantu mendiagnosis varian Omicron sekitar 90 menit.

Saat ini, varian Omicron dideteksi menggunakan pendekatan berbasis urutan genetik yang memakan waktu lebih dari 3 hari.

Kemudian, IIT mengajukan permohonan paten untuk mendeteksi varian Omicron lebih cepat yang dibuat oleh Sekolah Ilmu Biologi Kusuma.

Menurut seorang pejabat tinggi di IIT Delhi, tes Covid-19 ini didasarkan pada pendeteksian mutasi tertentu yang ada dalam varian Omicron, tetapi tidak pada varian virus corona lainnya.

Set primer yang menargetkan mutasi unik pada gen S ini dibuat dan diuji menggunakan PCR untuk amplifikasi spesifik varian Omicron atau varian virus corona lainnya yang sedang beredar.

Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Mereka juga telah menyesuaikan alat uji coba ini untuk mengidentifikasi tipe liar dari varian Omicron dalam rentang dinamis menggunakan fragmen DNA sintetis.

Saat ini dilansir dari The Hans India, varian Omicron diidentifikasi atau disaring untuk seluruh dunia menggunakan teknologi berbasis urutan genetik yang memakan waktu lebih dari 3 hari.

Kedepannya, kasus varian Omicron akan lebih cepat dideteksi dalam 90 menit menggunakan alat tes berbasis RT-PCR ini.

IIT Delhi adalah lembaga akademis pertama di India yang mendapatkan tes diagnostik berbasis PCR untuk mendeteksi varian Omicron yang telah disetujui oleh ICMR.

Lembaga tersebut merancang metode pengujian yang baru untuk mendeteksi virus corona ini guna menurunkan biaya pengujian, sehingga lebih mudah dijangkau oleh semua penduduknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Virus Corona?

Benarkah Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Virus Corona?

Health | Jum'at, 17 Desember 2021 | 17:56 WIB

Cegah Penularan Varian Omicron, Apakah Masker Kain Efektif Lindungi Diri?

Cegah Penularan Varian Omicron, Apakah Masker Kain Efektif Lindungi Diri?

Health | Jum'at, 17 Desember 2021 | 17:21 WIB

Ini Tiga Prinsip Mendagri Tito Karnavian Hadapi Varian Omicron di Daerah

Ini Tiga Prinsip Mendagri Tito Karnavian Hadapi Varian Omicron di Daerah

Jawa Tengah | Jum'at, 17 Desember 2021 | 16:37 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB