Sembuh dari Flu dan Virus Corona, Kapan Harus Ganti Sikat Gigi?

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 18 Desember 2021 | 12:25 WIB
Sembuh dari Flu dan Virus Corona, Kapan Harus Ganti Sikat Gigi?
Sikat gigi (unsplash)

Suara.com - Para peneliti dari University of Manchester di Inggris menemukan bakteri E.coli dan staphylococcus pada sikat gigi. University of Alabama di Birmingham di AS juga menemukan kuman feses pada sikat gigi.

Karena itu, semua orang seharusnya rutin mengganti sikat gigi atau kepala sikat gigi lebih sering, terutama ketika sedang sakit atau setelah sembuh.

Menurut ahli, semua roang harus mengganti sikat gigi atau kepala sikat gigi setidaknya 4 kali dalam setahun.

Sebab, sikat gigi justru salah satu benda yang penuh dengan kuman dan virus. Pemakaian sikat gigi yang sama terus-menerus bisa membuat bakteri, kuman dan virus berpindah ke dalam mulut.

Apalagi, bila Anda tidak mengganti sikat gigi setelah sembuh dari sakit. Bakteri yang menempel pada sikat gigi ketika sakit akan berpindah ke dalam mulut.

Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)

Para ahli pun telah menyarankan semua orang untuk segera mengganti sikat gigi setelah sembuh dari sakit, terutama bila sakit flu atau terinfeksi virus corona Covid-19.

Menurut ahli, mengganti sikat gigi setelah sembuhd dari virus corona Covid-19 atau flu adalah cara terbaik untuk menyingkirkan bakteri yang tertinggal.

Langkah ini juga salah satu cara untuk memastikan Anda tidak menyebarkan penyakit ke seluruh keluarga melalui kontaminasi sikat gigi.

Bahkan Anda harus menggunakan pasta gigi yang berbeda dengan orang lain ketika sakit atau terinfeksi virus corona, supaya tidak menyebarkan penyakit melalui sikat gigi.

baca juga

Meskipun Anda tidak pilek atau terinfeksi virus corona, Anda juga tetap harus mengganti sikat gigi setiap 3 bulan demi kesehatan yang baik.

"Karena, bulu sikat gigi yang terlalu lama dipakai rentan menjadi tempat pertumbuhan bakteri atau jamur," kata ahli dikutip dari Express.

Bakteri ini mungkin tidak membuat Anda sakit, tetapi mereka akan menyebabkan masalah kesehatan gigi, mulut dan bau mulut.

Plak adalah lapisan bakteri lengket yang terbentuk pada gigi Anda saat makan dan minum makanan asam. Plak ini juga bisa menghancurkan email dan menyebabkan gigi berlubang serta penyakit gusi.

Jadi, sangat penting untuk menyingkirkan plak ini menggunakan sikat gigi dan menjaga kebersihan gigi.

Ganti sikat gigi setiap 3 bulan adalah langkah penting untuk menghilangkan plak pada gigi. ikat gigi baru membantu menghilangkan lebih banyak plak daripada yang sudah aus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

India Buat Alat Tes Covid-19 Pendeteksi Varian Omicron dalam 90 Menit

India Buat Alat Tes Covid-19 Pendeteksi Varian Omicron dalam 90 Menit

Health | Jum'at, 17 Desember 2021 | 18:22 WIB

Benarkah Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Virus Corona?

Benarkah Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Virus Corona?

Health | Jum'at, 17 Desember 2021 | 17:56 WIB

Bukan Pilek, Ini Tanda-tanda Anda Kemungkinan Terinfeksi Varian Omicron!

Bukan Pilek, Ini Tanda-tanda Anda Kemungkinan Terinfeksi Varian Omicron!

Health | Jum'at, 17 Desember 2021 | 16:05 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×