Studi: Protein Lonjakan Varian Omicron Mengurangi Cara Patogen Bereplikasi di Paru-Paru

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 20 Desember 2021 | 13:05 WIB
Studi: Protein Lonjakan Varian Omicron Mengurangi Cara Patogen Bereplikasi di Paru-Paru
Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

Suara.com - Sebuah studi dari Cambridge Institute of Therapeutic Immunology and Infectious Disease menyimpulkan bahwa mutasi pada protein lonjakan varian Omicron dapat mengurangi cara patogen itu bereplikasi di paru-paru dan menyebabkan penyakit parah.

"Pengamatan ini menyoroti bahwa Omicron dapat menghindari sistem kekebalan, tetapi mengorbankan sifat yang terkait dengan replikasi dan patogenesis," jelas peneliti dalam abstrak mereka, dilansir Sky News.

Meski temuan tampaknya benar, pemimpin studi Ravi Gupta mengatakan bahwa masih ada tantangan lain.

"Ada artinya semua ini? Infeksi sel paru-paru yang efisien dapat berkolerasi dengan tingkat keparahan penyakit," tulis Gupta dalam sebuah cuitan.

Ia melanjutkan, "Syncyntia, atau sel yang menyatu, sering terlihat pada jaringan pernapasan setelah penyakit parah. (Varian) Delta sangat baik dalam keduanya, berbeda dengan Omicron. Studi lebih lanjut diperlukan."

Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Gupta menekankan bahwa risetnya menunjukkan bahwa Omicron tampaknya lebih mudah kabur dari sistem imun, tetapi sifat yang terkait dengan perkembangan penyakit lemah dalam batas tertentu.

Tetapi bagaimanapun, menurut Gupta, petumbuhan Omicron merupakan tantangan terbesar dalam kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Badan Keamanan Kesehatan Inggris mencatat kasus Omicron di Inggris sudah mencapai 10.059.

"Varian Omicron dengan cepat menjadi dominan, dengan kasus meningkat pesar dan jumlah pasien Covid di rumah sakit kami meningkat," tandas Walikota London Sadiq Khan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Para Menteri Inggris Meragukan Penelitian Ilmiah tentang Omicron

Para Menteri Inggris Meragukan Penelitian Ilmiah tentang Omicron

Lampung | Senin, 20 Desember 2021 | 11:22 WIB

Iran Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

Iran Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

Health | Senin, 20 Desember 2021 | 11:21 WIB

Dokter Afrika Selatan Menemukan Gejala Baru Infeksi Omicron yang Terjadi di Malam Hari

Dokter Afrika Selatan Menemukan Gejala Baru Infeksi Omicron yang Terjadi di Malam Hari

Health | Senin, 20 Desember 2021 | 11:24 WIB

Terkini

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB