Jangan Terlalu Banyak Minum Alkohol Jika Tak Mau Alami Sindrom Jantung Liburan, Apa Itu?

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 26 Desember 2021 | 14:48 WIB
Jangan Terlalu Banyak Minum Alkohol Jika Tak Mau Alami Sindrom Jantung Liburan, Apa Itu?
Ilustrasi pesta [Suara.com/Ema Rohimah]

Suara.com - Hari Natal serta malam tahun baru yang jatuh pada akhir minggu atau weekend membuat banyak orang memutuskan untuk mengambil cuti dan pergi berlibur bersama keluarga, pasangan, maupun teman.

Selama masa liburan ini, kita juga tetap memerhatikan kesehatan. Salah satu risiko kesehatan yang perlu diperhatikan adalah 'sindrom jantung liburan', suatu kondisi ketika jantung berdetak tidak normal yang dikenal dengan fibrilasi atrium (AF).

Fibrilasi atrium (AF) merupakan salah satu jenis gangguan irama jantung atau aritmia. Saat seseorang mengalami fibrilasi atrium, denyut jantungnya tidak teratur dan seringnya cepat, berisiko memicu stroke, gagal jantung, dan komplikasi jantung lainnya.

Menurut The Conversation, apabila kondisi ini terus diabaikan sementara waktu dan tidak disembuhkan, akan menyebabkan serangan jantung.

Istilah sindrom jantung liburan pertama kali diciptakan pada 1978 dan sangat umum digunakan oleh dokter di Amerika Serikat. Di luar AS, dokter menggunakan istilah fibrilasi atrium yang disebabkan alkohol.

Ilustrasi wanita minum alkohol (Pixabay/Concord90)
Ilustrasi wanita minum alkohol (Pixabay/Concord90)

Para ilmuwan tidak dapat memastikan seberapa umum kondisi ini, sebab banyak orang yang mengalami aritmia setelah minum alkohol tetapi tidak diperiksakan.

Sebuah penelitian dari Finlandia melaporkan bahwa 5% hingga 10% kasus baru fibrilasi atrium disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan.

Kondisi ini jarang terjadi pada orang di bawah 30 tahun.

Alasan minum alkohol dapat mengembangkan aritmia belum jelas. Namun, ilmuwan menduga karena efek toksik langsung dari alkohol terhadap sel otot jantung atau efek toksik tidak langsung dari produk pemecah (metabolit), baik pada jantung atau organ lain.

Namun, secara mekanisme, alkohol menganggu konduksi saraf di jantung, mengubah kecepatan transmisi sinyal saraf di otot jantung.

Selain itu, alkohol dapat meningkatkan pelepasan adrenalin baik dari kelenjar adrenal atau jaringan jantung, yang dapat mengubah detak jantung sehingga terjadi aritmia.

Mekanisme lainnya, asam lemak dalam darah meningkat setelah konsumsi alkohol dan dianggap terkait dengan perkembangan fibrilasi atrium.

Terakhir, metabolit alkohol asetaldehida dapat meningkatkan tingkat kontraksi otot yang tidak normal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Horornya Sepak Bola, Seorang Pemain Dikabarkan Tewas di Lapangan Kena Serangan Jantung

Horornya Sepak Bola, Seorang Pemain Dikabarkan Tewas di Lapangan Kena Serangan Jantung

Jatim | Minggu, 26 Desember 2021 | 09:26 WIB

Memberi Petunjuk Tentang Hidup, Ini 6 Arti Mimpi Jantung

Memberi Petunjuk Tentang Hidup, Ini 6 Arti Mimpi Jantung

Lifestyle | Sabtu, 25 Desember 2021 | 12:23 WIB

RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Kini Punya Alat Canggih Operasi Jantung

RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Kini Punya Alat Canggih Operasi Jantung

Riau | Kamis, 23 Desember 2021 | 20:29 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB