facebook

Studi: Covid-19 Dapat Mengurangi Jumlah Sperma

Vania Rossa | Aflaha Rizal Bahtiar
Studi: Covid-19 Dapat Mengurangi Jumlah Sperma
Ilustrasi Covid-19 Dapat Mengurangi Jumlah Sperma. (Shutterstock)

Lalu, apakah dapat menurunkan kesuburan pria?

Suara.com - Penelitian telah membuktikan beragam dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19. Virus yang mulai berkembang biak di sistem pernapasan ini ternyata juga dapat mempengaruhi organ lain yang menyebabkan komplikasi jangka panjang. Terbaru, disebutkan peneliti bahwa virus corona ini memengaruhi jumlah sperma pada pria.

Dilansir dari Times of India, Studi yang diterbitkan dalam jurnal Fertility and Sterility mengungkapkan bahwa pria mungkin mengalami penurunan jumlah sperma dan peningkatan motilitas sperma lebih dari dua bulan setelah pulih dari infeksi virus corona.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap 120 pria Belgia yang mengidap sindrom pernapasan akut parah tetapi tidak memiliki informasi yang jelas tentang telah terinfeksi virus corona. Semuanya dinyatakan positif pada tes RT-PCR nasofaring atau telah menderita gejala Covid-19 dan kemudian dites positif untuk antibodi serum coronavirus.

Untuk penelitian ini, para peserta harus bebas dari gejala utama Covid-19 setidaknya selama seminggu sebelum memulai penelitian. Usia rata-rata kelompok ini adalah antara 18 hingga 69 tahun, dan sebagian besar dalam kondisi sehat. Hanya 16 dari mereka yang memiliki kondisi yang akan menempatkan mereka pada risiko mengembangkan Covid yang parah.

Baca Juga: Sering Dikonsumsi, Ternyata Minuman Ini Buruk bagi Kesuburan Pria

Di akhir penelitian, terungkap bahwa 8 partisipan memiliki masalah kesuburan sebelum penelitian. Sebagian besar pria tidak memiliki infeksi parah dan hanya lima dari mereka yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19.

Para peserta diminta untuk memberikan sampel air mani dan darah mereka di berbagai titik penelitian. Selain itu, mereka juga mengisi kuesioner di mana mereka harus memberikan rincian tentang gejala Covid-19 yang dialami.

Sampel pertama diambil setidaknya satu minggu dan rata-rata 53 hari setelah setiap peserta pulih dari Covid-19. Penelitian pada dasarnya memeriksa dua hal dalam sampel air mani, yaitu motilitas sperma dan jumlah sperma.

Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen peserta memiliki motilitas sperma yang lebih rendah rata-rata selama bulan pertama setelah Covid-19. Sekitar 37 persen orang menderita masalah yang sama satu hingga dua bulan setelah terinfeksi virus corona dan 28 persen lebih dari itu.

Tingkat keparahan kondisi dan jumlah sperma tidak memiliki korelasi. Dampaknya sama dalam semua kasus.

Baca Juga: Bukan Vaksinasi, Ini yang Bikin Covid-19 Picu Masalah Kesuburan Pria

Ini bukan studi pertama yang menyoroti dampak virus corona pada kesuburan pria. Bahkan dalam sebuah studi tahun 2020, para peneliti mendeteksi adanya virus corona dalam air mani pria yang terinfeksi virus tersebut.

Tetapi jumlah sperma yang rendah tidak berarti kemandulan. Fenomena ini hanya dialami selama beberapa bulan. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi kemungkinan ini.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar