Array

Studi: Covid-19 Dapat Mengurangi Jumlah Sperma

Senin, 27 Desember 2021 | 07:16 WIB
Studi: Covid-19 Dapat Mengurangi Jumlah Sperma
Ilustrasi Covid-19 Dapat Mengurangi Jumlah Sperma. (Shutterstock)

Suara.com - Penelitian telah membuktikan beragam dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19. Virus yang mulai berkembang biak di sistem pernapasan ini ternyata juga dapat mempengaruhi organ lain yang menyebabkan komplikasi jangka panjang. Terbaru, disebutkan peneliti bahwa virus corona ini memengaruhi jumlah sperma pada pria.

Dilansir dari Times of India, Studi yang diterbitkan dalam jurnal Fertility and Sterility mengungkapkan bahwa pria mungkin mengalami penurunan jumlah sperma dan peningkatan motilitas sperma lebih dari dua bulan setelah pulih dari infeksi virus corona.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap 120 pria Belgia yang mengidap sindrom pernapasan akut parah tetapi tidak memiliki informasi yang jelas tentang telah terinfeksi virus corona. Semuanya dinyatakan positif pada tes RT-PCR nasofaring atau telah menderita gejala Covid-19 dan kemudian dites positif untuk antibodi serum coronavirus.

Untuk penelitian ini, para peserta harus bebas dari gejala utama Covid-19 setidaknya selama seminggu sebelum memulai penelitian. Usia rata-rata kelompok ini adalah antara 18 hingga 69 tahun, dan sebagian besar dalam kondisi sehat. Hanya 16 dari mereka yang memiliki kondisi yang akan menempatkan mereka pada risiko mengembangkan Covid yang parah.

Di akhir penelitian, terungkap bahwa 8 partisipan memiliki masalah kesuburan sebelum penelitian. Sebagian besar pria tidak memiliki infeksi parah dan hanya lima dari mereka yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19.

Para peserta diminta untuk memberikan sampel air mani dan darah mereka di berbagai titik penelitian. Selain itu, mereka juga mengisi kuesioner di mana mereka harus memberikan rincian tentang gejala Covid-19 yang dialami.

Sampel pertama diambil setidaknya satu minggu dan rata-rata 53 hari setelah setiap peserta pulih dari Covid-19. Penelitian pada dasarnya memeriksa dua hal dalam sampel air mani, yaitu motilitas sperma dan jumlah sperma.

Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen peserta memiliki motilitas sperma yang lebih rendah rata-rata selama bulan pertama setelah Covid-19. Sekitar 37 persen orang menderita masalah yang sama satu hingga dua bulan setelah terinfeksi virus corona dan 28 persen lebih dari itu.

Tingkat keparahan kondisi dan jumlah sperma tidak memiliki korelasi. Dampaknya sama dalam semua kasus.

Baca Juga: Sering Dikonsumsi, Ternyata Minuman Ini Buruk bagi Kesuburan Pria

Ini bukan studi pertama yang menyoroti dampak virus corona pada kesuburan pria. Bahkan dalam sebuah studi tahun 2020, para peneliti mendeteksi adanya virus corona dalam air mani pria yang terinfeksi virus tersebut.

Tetapi jumlah sperma yang rendah tidak berarti kemandulan. Fenomena ini hanya dialami selama beberapa bulan. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi kemungkinan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI