Array

Dokter Ingatkan Jangan Buru-buru Cek Test Pack Saat Sedang Program Hamil

Rabu, 29 Desember 2021 | 12:17 WIB
Dokter Ingatkan Jangan Buru-buru Cek Test Pack Saat Sedang Program Hamil
Ilustrasi test pack

Suara.com - Pasangan suami istri yang tengah menjalani proses program hamil atau promil bayi tabung akan diminta melewati masa mendebarkan Two Weeks Waiting (TWW), atau periode tunggu setelah tindakan transfer embrio.

Namun Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah IVF Centre, dr. Aida Riyanti, Sp.OG-KFER, M.RepSc mengingatkan pasangan suami istri untuk tidak terburu-buru melakukan tes urine kehamilan menggunakan test pack.

"Rasa penasaran yang teramat sangat terkadang membuat godaan untuk langsung melakukan tes urine. Namun, cobalah menahan keinginan untuk segera melakukan tes kehamilan," ujar dr. Aida dalam keterangan yang diterima suara.com, Rabu (29/12/2021).

Bersabar ini perlu dilakukan. Menurut dr. Aida, setelah transfer embrio dilakukan, tubuh membutuhkan waktu untuk sel plasenta mulai memproduksi hormon human chorionic gonadotropin (hCG) agar dapat terdeteksi melalui tes darah, sehingga terdeteksi dalam urine.

Sekadar informasi, transfer embrio atau embryo transfer (ET) merupakan suatu teknik memasukkan embrio (hasil pertemuan sel telur dan sperma di luar rahim) ke dalam rahim perempuan sehat, agar terjadi kehamilan.

Dokter yang juga Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi RS Pondok Indah Bintaro Jaya itu menjelaskan terburu-buru melakukan tes urine dan hasilnya negatif, hanya akan membuat pikiran stres.

"Kurangi melakukan hal-hal yang membuat Anda dan suami berpikiran yang tidak-tidak, terlebih hal yang belum pasti," ungkapnya.

Tidak panik adalah nasehat terpenting selama menjalani proses bayi tabung, khususnya usai melakukan tindakan transfer embrio.

"Ini tentu jauh lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Namun, mencoba untuk tetap rileks adalah hal terbaik," terang dr. Aida.

Baca Juga: 4 Penyebab Telat Haid Selain Kehamilan

Ia juga menjelaskan proses menempel atau tidaknya embrio, akan sangat bergantung pada kualitas embrio dan seberapa reseptif rahim calon ibu.

"Oleh karena itu, tidak ada hal mendasar yang dapat Anda dan suami lakukan yang akan mempengaruhi hasil," tuturnya.

Dokter Aida mengatakan di balik semua proses bayi tabung atau program hamil, ada faktor semangat yang juga tidak kalah penting. Jangan mudah menyerah, terlebih menyalahkan diri sendiri saat siklus gagal.

"Sangat mudah untuk menyalahkan diri sendiri karena melakukan atau tidak melakukan sesuatu setelah transfer embrio. Padahal, bisa saja penyebabnya adalah hal lainnya. Jadi, ingatkan diri untuk selalu berpikiran positif dan tetap tenang," tutup dr. Aida.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI