BPOM AS: Tes Antigen Rumahan Bisa Menunjukkan Hasil Negatif Palsu Terhadap Omicron

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 30 Desember 2021 | 15:43 WIB
BPOM AS: Tes Antigen Rumahan Bisa Menunjukkan Hasil Negatif Palsu Terhadap Omicron
Calon penumpang mengikuti rapid tes antigen di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (22/12/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengatakan tes antigen Covid-19 yang dapat digunakan di rumah cenderung dapat memberikan hasil negatif palsu terhadap virus corona varian Omicron daripada jenis sebelumnya.

Pengumuman ini muncul ketika Amerika Serikat mengalami lonjakan kasus. Menurut ahli, insiden ini kurang dicermati akibat krisis pengujian Covid-19, dengan waktu tunggu yang lama untuk tes PCR.

Karenanya, FDA bekerja sama dengan National Institutes of Health (NIH) untuk mempelajari kinerja alat tes antigen rumahan terhadap sampel pasien yang terinfeksi varian Omicron.

"Data awal menunjukkan bahwa alat tes antigen memang mendeteksi varian Omicron, tetapi mungkin telah mengurangi sensivitasnya (terhadap virus corona)," jelas FDA, dilansir Science Alert.

Sensitivitas menandakan seberapa besar kemungkinan alat tes dapat mendeteksi positif. Hal ini dapat menyebabkan hasil negatif palsu.

Petugas kesehatan melakukan test usab antigen massal secara serentak di Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Senin (18/1/2021). (Suara.com/Anang Firmansyah)
Petugas kesehatan melakukan test usab antigen massal secara serentak di Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Senin (18/1/2021). (Suara.com/Anang Firmansyah)

Pengujian sebelumnya berfokus pada sampel virus tidak aktif yang dipanaskan, penurunan kinerja belum terlihat sampai sekarang, tambah pernyataan itu.

Namun FDA akan terus mengizinkan penggunaan alat tes antigen rumahan ini dan masyarakat harus menggunakannya sesuai petunjuk.

Misalnya, beberapa alat tes menginstruksikan pengguna untuk mengambil dua tes, dengan selang waktu tertentu, untuk mengonfirmasi hasil negatif.

Jika seseorang dites negatif dengan tes antigen rumahan ini tetapi diduga terinfeksi Covid-19, baik akibat paparan atau sudah menunjukkan gejala, mereka tetap disarankan untuk mendapatkan tes PCR.

baca juga

Tes PCR mendeteksi materi genetik virus, sehingga lebih akurat karena dapat membuat jutaan salinan RNA virus. Jadi jumlah yang sangat sedikit pun masih dapat terdeteksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Tanjungkarang Turun, Mulai Berlaku 1 Januari 2022

Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Tanjungkarang Turun, Mulai Berlaku 1 Januari 2022

Lampung | Kamis, 30 Desember 2021 | 14:14 WIB

FDA: Tes Antigen Kurang Efektif Untuk Deteksi Varian Omicron

FDA: Tes Antigen Kurang Efektif Untuk Deteksi Varian Omicron

Health | Rabu, 29 Desember 2021 | 16:30 WIB

Ribuan Pengendara di Cirebon Dites Antigen selama Libur Natal, Begini Hasilnya

Ribuan Pengendara di Cirebon Dites Antigen selama Libur Natal, Begini Hasilnya

Jabar | Rabu, 29 Desember 2021 | 08:10 WIB

Terkini

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:39 WIB

×