Bisa Merusak Organ Hati, Hindari Minum Paracetamol Tidak Sesuai Dosis

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 05 Januari 2022 | 15:28 WIB
Bisa Merusak Organ Hati, Hindari Minum Paracetamol Tidak Sesuai Dosis
Ilustrasi paracetamol obat pereda nyeri dan demam. (Dok. Envato Elements)

Suara.com - Beberapa waktu ini viral kisah seorang perempuan yang mengonsumsi paracetamol lebih dari satu tablet setiap hari. Tujuan meminum obat pereda nyeri ini adalah agar bisa tertidur.

Mengonsumsi paracetamol atau acetaminophen lebih dari dosis yang dianjurkan akan menyebabkan overdosis.

Overdosis paracetamol dapat didefinisikan sebagai meminum obat secara berlebihan selama periode kurang dari satu jam, biasanya dalam konteks untuk menyakiti diri sendiri.

Seringnya, orang yang overdosis tidak akan merasakan gejala atau hanya mengalami masalah gastrointestinal ringan pada tahap awal, menurut laman BMJ.

Namun seiring waktu obat ini akan merusak organ. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengatakan bahwa mengonsumsi terlalu banyak paracetamol dapat merusak organ hati.

Ilustrasi obat-obatan (pixabay)
Ilustrasi obat-obatan (pixabay)

Dosis harian maksimum yang disarankan adalah 4.000 mg per hari untuk orang dewasa. Namun, perbedaan antara dosis aman dan yang dapat membahayakan hati sangat kecil, lapor Healthline.

Bagaimana paracetamol berbahaya?

Berdasarkan laman Patient, paracetamol akan 'dinonaktifkan' sebelum dikeluarkan dari tubuh setelah obat bekerja.

Sekitar 20% obat diproses di dinding usus dan sisanya di hati. Akibatnya, sejumlah kecil senyawa beracun, atau asetil-p-benzokuinon imina (NAPQI), terbentuk di hati.

baca juga

Namun, racun tersebut akan segera didetoksifikasi oleh zat glutathione.

Sementara pada kasus overdosis, simpanan glutathione dapat habis sehingga tidak cukup untuk menghilangkan peningkatan jumlah NAPQI. Lambat laun NAPQI dapat menumpuk dan merusak hati.

Gagal hati tersebut dapat terjadi dalam beberapa hari dan akibatnya bisa fatal.

Ada banyak alasan seseorang mengalami overdosis. Ini bisa untuk mengakhiri hidup seseorang atau menyebabkan cedera serius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Pengaruhi Antibodi, Orang Tua Dimohon Tidak Beri Paracetamol Sesudah Vaksin Anak

Bisa Pengaruhi Antibodi, Orang Tua Dimohon Tidak Beri Paracetamol Sesudah Vaksin Anak

Bekaci | Sabtu, 18 Desember 2021 | 09:11 WIB

Mama Harus Tahu, Anak Demam Habis Vaksin Jangan Dikasih Paracetamol

Mama Harus Tahu, Anak Demam Habis Vaksin Jangan Dikasih Paracetamol

Jatim | Jum'at, 17 Desember 2021 | 18:49 WIB

Jadi Pencemar Paracetamol, Dinas LH DKI Tutup Saluran Limbah 2 Pabrik Farmasi di Jakut

Jadi Pencemar Paracetamol, Dinas LH DKI Tutup Saluran Limbah 2 Pabrik Farmasi di Jakut

Jakarta | Rabu, 01 Desember 2021 | 20:15 WIB

Terkini

Film Istimewa Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama

Film Istimewa Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama

Entertainment | Sabtu, 25 Juli 2026 | 05:00 WIB

Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat

Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat

Surakarta | Sabtu, 25 Juli 2026 | 05:00 WIB

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:55 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:30 WIB

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

Jakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:00 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

×