Survei: Banyak Pasangan Dapat Tekanan Sosial Karena Menunda Miliki Momongan

Risna Halidi

Jum'at, 07 Januari 2022 | 18:51 WIB
Survei: Banyak Pasangan Dapat Tekanan Sosial Karena Menunda Miliki Momongan
Ilustrasi pasangan suami istri mendapat tekanan sosial.[Pexels/alex-green]

Suara.com - Memiliki anak dan membesarkan buah hati merupakan keinginan banyak pasangan. Meski begitu, ada juga pasangan suami istri yang kemudian memutuskan untuk menunda mendapat momongan.

Hanya saja, masih banyak pandangan nyinyir dan tekanan sosial kepada pasangan yang menunda memiliki anak.

Bagi pasangan yang menunda memiliki momongan, ada beberapa hal yang biasanya mereka perhatikan, seperti persiapan yang matang, baik dari segi finansial, emosional, dan psikologis dari istri maupun suami.

Usia istri serta kesehatan reproduksi istri dan suami juga jadi faktor penentu keberhasilan punya anak.

"Penundaan itu ada beberapa tujuan, memang ingin menunda punya anak, ada yang ingin memberi jarak punya anak, ada juga yang tidak ingin punya anak. Berbagai macam kebutuhan," ujar dr. Yassin Yanuar dikutip Suara.com dari siaran pers Teman Bumil, Jumat (7/1/2022).

Keputusan rentang waktu untuk menunda punya anak setelah menikah sendiri amat beragam pada setiap pasangan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Teman Bumil dan Populix, 63 persen dari 119 pasangan ingin menunda punya anak selama 10-12 bulan.

Sementara 16 persen menunda selama 4-6 bulan, 11 persen selama 0-3 bulan, dan 10 persen menunda selama 7-9 bulan.

Alasannya pun berbeda-beda, ada yang ingin hidup berdua dulu, belum siap secara finansial, ingin fokus berkarier, ingin melanjutkan pendidikan, dan lain sebagainya.

Saat ditanyakan kepada 119 partisipan survei yang memutuskan untuk menunda punya anak setelah menikah, sebanyak 33 persen mengaku mendapatkan tekanan sosial akibat keputusan yang dibuat.

baca juga

Paling banyak adalah kenalan seperti tetangga, teman di media sosial, dan lain-lain yaitu sekitar 38 persen.

Sedangkan, orangtua dari pihak istri dan mertua menduduki posisi kedua dan ketiga sebagai kelompok yang sering memberikan tekanan atas keputusan mereka, yaitu senilai 31 persen dan 15 persen.

Terkait tekanan sosial ketika memutuskan untuk menunda punya anak, psikolog Anna Surti Ariani menyarankan pasangan perlu berdiskusi bagaimana cara menjawab pertanyaan dari orang sekitar atas kondisi tersebut.

"Hal yang mungkin penting untuk kita siapkan adalah mendiskusikan dengan pasangan akan menjawab apa ketika orang-orang bertanya dan bagaimana cara menjawabnya."

"Bisa saja kita bersepakat dengan pasangan untuk mengabaikan saja semua pertanyaan tentang anak. Bisa juga kita menjawab dengan ‘doain saja’, kemudian mengalihkan ke topik lainnya," terang psikolog yang akrab disapa Nina ini.

Selain menemui kesepakatan bagaimana cara merespons orang sekitar, tambah Nina, berdiskusi dengan pasangan juga akan membuat istri merasa punya support system ketika menjawab hal itu. Alhasil, istri cenderung tidak menyalahkan diri ketika mendapat tekanan sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengertian Clingy Relationship dan Tips Agar Tidak Terjebak di Dalamnya

Pengertian Clingy Relationship dan Tips Agar Tidak Terjebak di Dalamnya

Lifestyle | Jum'at, 07 Januari 2022 | 16:41 WIB

Urutan Zodiak Paling Setia hingga Mudah Mendua, Kamu Ada di Nomor Berapa?

Urutan Zodiak Paling Setia hingga Mudah Mendua, Kamu Ada di Nomor Berapa?

Your Say | Jum'at, 07 Januari 2022 | 16:05 WIB

5 Alasan Sering Buat Keputusan Buruk saat Jatuh Cinta

5 Alasan Sering Buat Keputusan Buruk saat Jatuh Cinta

Your Say | Jum'at, 07 Januari 2022 | 16:00 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×