Kabar Baik, Sebentar Lagi akan Ada Obat untuk Penyakit Endometriosis

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Jum'at, 07 Januari 2022 | 19:30 WIB
Kabar Baik, Sebentar Lagi akan Ada Obat untuk Penyakit Endometriosis
Ilustrasi penderita endometriosis (Pixabay.com/@nastya_gepp)

Suara.com - Obat baru yang berpotensi mengobati nyeri akibat endometriosis dan hanya memiliki sedikit efek samping hampir mendapat peretujuan penggunaan resmi.

Endometriosis adalah kondisi peradangan kronis dan penyebab utama nyeri panggul. Tanpa penyebab atau pengobatan, banyak pasien kehabisan pilihan dan mengalami gejala kronis sepanjang hidupnya.

Perawatan jangka panjang yang aman dan efektif sangat dibutuhkan, tetapi hingga kini sangat sedikit obat yang disetujui untuk penggunaan klinis, lapor Science Alert.

"Meskipun ada kemajuan terbaru dalam pengobatan endometriosis non-bedah, masih ada kebutuhan kritis untuk pilihan terapi bagi wanita yang menderita kondisi kronis ini," kata peneliti endometriosis Hugh Taylor dari Universitas Yale.

Obat eksperimental ini, yang disebut linzagolix, sedang diuji oleh perusahaan biofarmasi ObsEva sebagai pengobatan potensial.

Ilustrasi obat. (Elements Envanto)
Ilustrasi obat. (Elements Envanto)

Pada akhir 2021 lalu, dua hasil uji klinis fase 3 sudah cukup meyakinkan BPOM AS (FDA) untuk meninjau linzagolix sebagai pengobatan fibroid rahim.

Peneliti memperkirakan tidak akan lama sampai pejabat juga mempertimbangkan obat ini sebagai perawatan endometriosis.

Dalam uji klinis tersebut, peneliti mencoba dua dosis yang berbeda, yakni dosis 200 mg dan 75 mg. Pada dosis yang lebih tinggi, pasien juga diberi terapi hormonal tambahan. Sebab, linzagolix bekerja di otak untuk mengurangi produksi estrogen di ovarium.

Hasilnya menunjukkan kedua dosis linzagolix menyebabkan pengurangan kram menstruasi parah dan sedang, sembelit terkait menstruasi (dyschezia), dan nyeri panggul setelah tiga bulan mengonsumsi. Pada enam bulan, peningkatan efek baik berlanjut.

baca juga

"Linzagolix 200 mg sekali sehari dengan terapi tambahan menunjukkan kemanjuran yang sangat baik bersama dengan perubahan minimal dalam kepadatan mineral tulang, menunjukkan dosis ini dapat digunakan untuk pengobatan jangka panjang," sambungnya.

Di sisi lain, para peneliti di ObsEva mengatakan dosis rendah sedang diuji sebagai pilihan bagi pasien yang tidak dapat atau tidak ingin mendapat terapi tambahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-Gara Endometriosis, Rahim dan Usus Buntu Aktris Amerika Amy Schumer Diangkat

Gara-Gara Endometriosis, Rahim dan Usus Buntu Aktris Amerika Amy Schumer Diangkat

Health | Rabu, 22 September 2021 | 14:33 WIB

Perempuan Mengidap Endometriosis, Benarkah Akan Sulit Hamil Ketika Menikah?

Perempuan Mengidap Endometriosis, Benarkah Akan Sulit Hamil Ketika Menikah?

Health | Senin, 30 Agustus 2021 | 14:23 WIB

Pasien Endometriosis Perlu Hindari Makanan Berlemak

Pasien Endometriosis Perlu Hindari Makanan Berlemak

Health | Senin, 14 Juni 2021 | 19:11 WIB

Terkini

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:57 WIB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:48 WIB

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 06:40 WIB

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:31 WIB

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

×