Suara.com - Kanker selalu jadi mimpi buruk yang mengintai semua orang. Semakin parah, karena penyebab kebanyakan jenis kanker sendiri tidak diketahui. Kanker ovarium adalah salah satu jenis kanker yang tidak diketahui penyebabnya hingga saat ini.
Di artikel singkat ini coba kami sampaikan mengenai beberapa gejala kanker ovarium yang sering muncul dan terlihat atau terasa, kemudian perkiraan penyebabnya, hingga pengobatan yang bisa dijalani. Semoga berguna, dan berikut penjelasannya.
Gejala yang Bisa Jadi Indikasi Kanker Ovarium
Sebenarnya gejala yang muncul ini seperti gangguan kesehatan pada umumnya. Namun jika diperhatikan lebih teliti, banyak gejala ini terasa di bagian perut hingga daerah kewanitaan. Beberapa gejalanya adalah sebagai berikut.
- Perut terasa kembung
- Rasa mual
- Sakit perut
- Konstipasi
- Pembengkakan area perut
- Sering buang air kecil
- Sakit punggung terutama di bagian bawah
- Saat berhubungan intim terasa nyeri
- Bagian kewanitaan berdarah
- Adanya perubahan siklus menstruasi bagi yang masih mengalami menstruasi
Gejala ini, sialnya baru terdeteksi pada saat sudah memasuki stadium lanjut karena sudah menyebar ke bagian organ yang lain. Namun dengan pemeriksaan rutin yang Anda lakukan, gejalanya mungkin saja bisa dideteksi lebih awal.
![Ilustrasi kanker ovarium [Foto: Antara]](https://media.suara.com/pictures/original/2021/05/30/68032-ilustrasi-kanker-ovarium.jpg)
Lalu Apa Penyebabnya?
Secara umum penyebab kanker ovarium adalah perubahan atau mutasi genetik yang terjadi di sel ovarium. Ketika hal ini terjadi, sel berkembang dengan cepat dan tumbuh tidak terkontrol.
Beberapa hal yang dipercaya jadi pemicunya antara lain :
- Usia di atas 50 tahun
- Kebiasaan merokok
- Menderita obesitas
- Memiliki resiko penyakit turunan kanker ovarium
- Pernah menjalani perawatan radioterapi
- Menjalani terapi penggantian hormon saat menopause
Mengingat kanker ovarium adalah jenis yang sulit dideteksi pada stadium awal, maka sangat direkomendasikan agar Anda melakukan kontrol secara rutin ketika Anda beresiko pada penyebab yang disebutkan tadi.
Pengobatan dan Perawatan
Ketika sudah terkena kanker ovarium ini, tentu cara paling benar adalah dengan menjalani pengobatan medis secara intensif.
Pertama Anda bisa melakukan operasi untuk mengangkat ovarium, namun hal ini disesuaikan dengan kondisi Anda atau pasien.
Kedua, perawatan kemoterapi bisa jadi opsi selanjutnya dengan obat-obatan dan radioterapi.
Ketiga, menggunakan radioterapi untuk membunuh sel kanker dengan siner berenergi tinggi.
Memang pengetahuan mengenai kanker ovarium adalah hal yang mendasar untuk semua orang. Semoga sekilas informasi ini bisa jadi pemicu untuk Anda mencari informasi lebih jauh, dan jangan lupa kunjungi dokter untuk melakukan kontrol rutin.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Ayah Meninggal dan Ibu Sakit Kanker, Kondisi Rumah Anak Ini Mengiris Hati
News | Selasa, 11 Januari 2022 | 17:45 WIB
Waspadai Rasa Sakit di Bawah Tulang Rusuk, Bisa Jadi Kanker Hati!
Health | Senin, 10 Januari 2022 | 19:15 WIB
Muncul Benjolan Begini Di Leher, Waspadai Tanda Kanker Kulit
Health | Senin, 10 Januari 2022 | 18:10 WIB
Terkini
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak
Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat
Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB
Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?
Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB