Waspadai Rasa Sakit di Bawah Tulang Rusuk, Bisa Jadi Kanker Hati!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 10 Januari 2022 | 19:15 WIB
Waspadai Rasa Sakit di Bawah Tulang Rusuk, Bisa Jadi Kanker Hati!
Ilustrasi sakit perut, kanker hati (Freepik)

Suara.com - Kanker hati salah satu kanker yang bisa dicegah sejak awal dengan mendeteksi gejalanya lebih dini. Sehingga tingkat kelangsungan hidup pasien pun akan lebih tinggi.

Tetapi, American Cancer Society mengatakan gejala kanker hati cukup bervariasi antar pasien. Meski begitu, ada 10 gejala potensial kanker hati.

Sebelum mengenalinya, Anda perlu memahami bahwa memiliki lebih dari satu gejala tersebut bukan berarti Anda sudah pasti menderita kanker hati.

Dua di antara 10 gejala potensial kanker hati itu berhubungan dengan rasa sakit di bawah tulang rusuk. Satu berhubungan dengan hati dan satu lagi berhubungan dengan limpa.

Hati yang membesar dan perasaan penuh di sisi kanan dan limpa yang membesar dan perasaan penuh di sisi kiri Anda adalah tanda-tanda kanker hati.

Ilustrasi kanker hari (shutterstock)
Ilustrasi kanker hari (shutterstock)

Adapun gejala kanker hati lainnya dilansir dari Express, termasuk:

  1. Penurunan berat badan yang tak disengaja
  2. Kehilangan nafsu makan
  3. Mual dan muntah
  4. Sakit perut atau nyeri di dekat tulang belikat kanan
  5. Pembengkakan atau penumpukan cairan di perut
  6. Gatal
  7. Penyakit kuning

The American Cancer Society menambahkan bahwa gejala lain kanker hati termasuk demam, pembuluh darah membesar di perut yang bisa dilihat melalui kulit dan memar atau pendarahan tidak normal.

Ada faktor risiko yang juga menentukan seberapa besar kemungkinan Anda menderita kanker hati, sama seperti jenis kanker lainnya.

NHS mengatakan bahwa Anda lebih mungkin terkena kanker hati primer jika Anda berusia di atas 60 tahun, meskipun paling sering terjadi pada mereka yang berusia di atas 85 tahun.

Anda juga lebih mungkin menderita kanker hati bila berjenis kelamin laki-laki. Jika Anda memiliki kondisi medis seperti hepatitis, sirosis hati, batu empedu, diabetes, parasit di hati dan HIV, risiko menderita kanker hati semakin meningkat.

Risiko Anda meningkat jika salah satu saudara kandung atau orang tua Anda menderita kanker hati primer. Hal ini juga memungkinkan Anda menderita kanker hati sekunder.

Kanker hati sekunder ini disebabkan oleh sel-sel dari kanker lain yang menyebar dari satu bagian tubuh Anda ke hati Anda.

Namun, ada cara lain untuk mengurangi peluang Anda terkena kanker hati primer. Misalnya, menurunkan berat badan, mengenakan pakaian pelindung dan masker jika Anda bekerja di sekitar bahan kimia berbahaya.

Selain itu, Anda harus mengurangi alkohol atau berhenti merokok juga akan mengurangi risiko Anda. Jangan pernah ragu untuk konsultasi dengan dokter bila memiliki gejala yang berbeda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejala Kanker Pankreas, Waspadai Sensasi Aneh di Bawah Tulang Rusuk!

Gejala Kanker Pankreas, Waspadai Sensasi Aneh di Bawah Tulang Rusuk!

Health | Jum'at, 07 Januari 2022 | 16:10 WIB

Dikira Sembelit, Ternyata Balita 2 Tahun Ini Idap Penyakit Serius!

Dikira Sembelit, Ternyata Balita 2 Tahun Ini Idap Penyakit Serius!

Health | Rabu, 05 Januari 2022 | 14:46 WIB

Testis Menyusut, Waspadai Gejala Kanker Hati

Testis Menyusut, Waspadai Gejala Kanker Hati

Health | Kamis, 18 November 2021 | 12:15 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB